Hasil Panen Kawasan Hutan Perhutani Dukung Ketersediaan Pangan Kabupaten Rembang

NEWS

Penulis: Yokanan
BLORA | inspirasiline.com

KESATUAN Pemangkuan Hutan (KPH) Mantingan bersama Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) di wilayah hutan Mantingan mendukung upaya Pemerintah Kabupaten Rembang, dengan penanaman padi dan palawija di hutan pangkuan LMDH demi terwujudnya masyarakat Rembang yang sejahtera.

Administratur KPH Mantingan Widodo Budi Santoso menyampaikan, kawasan hutan KPH Mantingan tahun 2019, dengan luas tanam 172,27 hektare, hasil padi 344,54 ton, dan diuangkan mencapai hasil Rp 1.791.608.000.

“Sedangkan untuk yang masuk Kabupaten Blora mencapai 33.61 hektare, realisasi produksinya 67.22 ton, diuangkan mencapai Rp 349.544.000,” katanya di sela-sela rapat kerja dengan Dinas Perencanaan Hutan Wilayah IV Rembang, Senin (1/3/2021).

Hasil keseluruhan untuk luas tanamnya, 205,88 hektare dan hasil produksi mencapai 411,76 ton, dengan jumlah uang mencapai  Rp 2.141.152.000.

“Untuk tahun 2020, kami dalam proses pendataan,” jelas Widodo Budi Santoso.

Ketua Paguyuban LMDH KPH Mantingan Parlan, saat dihubungi melalui telepon membenarkan, untuk mendukung ketersediaan pangan di Kabupaten Rembang, petani yang tergabung di LMDH KPH Mantingan banyak menanam padi dan palawija lainnya.

“Kami sebagai mitra Perhutani dalam penggarapan lahan di bawah tegalan, bulan Maret ini sudah memasuki masa panen. Sedangkan curah hujan di Kabupaten Rembang cukup tinggi. Para penggarap saat ini sudah banyak memasuki panen padi. Di beberapa petak di BKPH Kebon dan Kalinanas sudah memanen padinya,” ujarnya.

Dia juga membeberkan, dengan adanya Kartu Tani yang sudah dibagikan kepada anggota kelompok tani yang tergabung dalam LMDH akan mendapatkan pembinaan dari para penyuluh lapangan Dinas Pertanian.

“Hal ini berkat koordinasi yang dilakukan oleh Perhutani dengan Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Rembang,” terangnya.

Parlan berharap, ke depan, kemitraan dengan Perhutani, LMDH, dan penyuluh lebih dintensifkan lagi guna menopang hasil produk pertanian di lahan kawasan hutan,” pungkasnya.***

Bagikan ke:
baca juga:  Mobil Pik Up muat ayam ditabrak KA Brahwijaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *