SMKN 1 Kesandung Uji Coba Produksi Paving Blok Sampah Plastik

INOVASI

Penulis: Sugimin
SRAGEN | inspirasiline.com

SMK Negeri 1 Kedawung, Kabupaten Sragen membuat terobosan dengan merintis sebuah inovasi baru menciptakan paving blok dari bahan sampah plastik.

Kepala SMKN 1 Kedawung Budi Isnanik mengatakan, teknologi tepat guna dengan memanfaatkan sampah plastik itu baru dirintis. Menurutnya, inovasi paving dari bahan sampah itu berawal dari keprihatinan banyaknya sampah plastik di sekitar yang belum termanfaatkan.

“Dari situ, kemudian muncul ide dari kami untuk mengumpulkan sampah plastik yang ada, kemudian dibuat paving. Akhirnya para guru, siswa, dan warga sekolah mulai tergerak untuk mengumpulkan sampah plastik di lingkungan sekolah dan sekitarnya,” ungkap Budi Isnanik saat ditemui inspirasiline.com, Kamis (4/3/2021).

PROSES pembuatan paving blok menggunakan bahan sampah plastik di SMKN 1 Kesandung.

Budi mengatakan, sampah plastik yang dibuat untuk paving itu terdiri dari berbagai macam sampah, mulai plastik kantongan, botol bekas air mineral, atau wadah apapun yang terbuat dari plastik.

Dari bahan-bahan itu, kemudian dilelehkan sampai menjadi bubur plastik melalui pembakaran. Dari bubur plastik yang terbentuk, lantas dituangkan ke dalam cetakan paving yang sudah didesain berbentuk pres.

“Bubur plastik itu kemudian dicetak dengan sedikit campuran semen. Kemudian dicetak dan dipres. Setelah keras, kemudian baru dilepas dari cetakan. Prosesnya sangat sederhana dan mudah sebenarnya,” jelasnya.

Menurutnya, sejauh ini sudah puluhan buah paving yang tercetak dari sampah plastik yang terkumpul. Paving itu akan digunakan untuk menutup halaman lingkungan sekolah agar terlihat lebih rapi.

Budi menguraikan, gagasan inovasi paving dari sampah plastik itu muncul untuk Menuju Sekolah Adiwiyata Nasional yang dicanangkannya beberapa waktu lalu.

Ide itu juga sebagai andil dari sekolah untuk mengurangi keberadaan sampah plastik dan memanfaatkannya menjadi barang yang berguna. Pasalnya, selama ini sampah plastik jumlahnya semakin banyak dan belum bisa dimanfaatkan secara maksimal.

baca juga:  Cerdas, DPUPKP Temanggung Bangun Monumen Stoomwals

“Seperti diketahui, sampah plastik jumlahnya sangat banyak dan sangat sulit terurai oleh tanah. Dengan teknologi sederhana ini, setidaknya bisa mengurangi sampah plastik dan mengubahnya menjadi barang yang bermanfaat, sehingga lingkungan menjadi bersih, tanah terlindungi, dan ada nilai tambah, karena paving yang dihasilkan bisa untuk bahan bangunan,” terangnya.

Untuk sementara, teknologi pembuatan paving dari sampah plastik itu masih terus dievaluasi. Jika sudah sempurna, maka akan diperluas dan diberdayakan secara umum ke masyarakat agar bisa diimplementasikan di lapangan.***

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *