Masih Ada Warga Takut Divaksin Covid-19, Pemdes Sambirejo Gencarkan Sosialisasi Prokes

NEWS

Penulis: Sugimin
SRAGEN | inspirasiline.com

PEMERINTAH Desa (Pemdes) Sambirejo, Kecamatan Plupuh, Kabupaten Sragen mendata warganya untuk mengikuti vaksinasi Covid-19. Sembari mendata warga, Pemdes Sambirejo terus menyosialisasikan protokol kesehatan (prokes) selama diterapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro.

Petugas Puskesmas Plupuh 1 yang minta indentitasnya tidak ditulis, saat berbincang dengan inspirasiline.com, Senin (22/3/2021) mengatakan, vaksinasi Covid-19 untuk warga lanjut usia (lansia) sudah divaksin dosis pertama.

“Untuk vaksin dosis kedua jadwalnya saya tidak tahu. Kalau vaksinasi lansia dosis kedua untuk Puskesmas Plupuh 2 tanggal 7 April mendatang,” ujarnya.

Dia menyampaikan, Pemdes mulai melakukan pendataan warga umum yang berumur 18-59 tahun untuk mengikuti vaksinasi Covid-19.

“Kami sudah terjun melakukan pendataan dan baru mendapatkan sekitar 100-an orang. Kalau melihat potensinya masih di atas 3.000-an orang yang belum terdata. Selama ini memang masih kurang dalam menyosialisasikan,” ungkapnya.

Sekretaris Desa (Sekdes) Sambirejo Mulyo Widodo menambahkan, pendataan peserta vaksinasi untuk warga umum dilakukan terhadap warga yang mau ikut vaksinasi. Menurutnya, pendataan bersifat tidak memaksa.

“Saat pendataan, banyak yang takut divaksin, karena ada informasi tentang reaksi pascavaksinasi. Namun, dengan pemahaman terus-menerus, jumlah warga yang takut mulai berkurang,” bebernya.

Kepala Desa (Kades) Sambirejo Prihandoko memaklumi jika masih ada warga yang tidak mau mengikuti vaksinasi Covid-19 karena takut.

Hanjus, sapaan akrab Kades Sambirejo Prihandoko mengatakan, Pemdes terus melakukan sosialisasi manfaat vaksinasi Covid-19 kepada masyarakat.

Dia mengatakan, vaksinasi untuk tenaga kesehatan, perangkat desa (perdes), dan pekerja publik berumur 50 tahun sudah selesai.

“Selain persiapan vaksinasi, kami terus mengintensifkan sosialisasi protokol kesehatan, terutama untuk mencegah kerumunan dengan cara berkeliling kampung selama PPKM Mikro. Ada satuan tugas yang keliling ke dukuh-dukuh untuk mencegah adanya kerumunan orang. Sejumlah kegiatan Satgas Jogo Tonggo juga masih terus jalan, meskipun berkurang,” terang Hanjus.

Hanjus mengatakan, antusias masyarakat Sambirejo untuk segera divaksin cukup tinggi. Kalau satu dua orang yang takut itu wajar dan manusiawi. Itu karena mendengar info yang salah.

Menurutnya, vaksinasi dilakukan di Puskesmas, warga datang sendiri-sendiri.

“Pelaksanaan vaksinasi di Puskesmas Plupuh 1 yang sudah berjalan lancar, tidak ada kendala,” ujarnya.***

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *