Peringatan Hari Air Sedunia Upaya Cegah Krisis Air

NEWS

Penulis: Budhy HP | Editor: Dwi NR
TEMANGGUNG | inspirasiline.com

DIPERINGATI saban tahun pada 22 Maret, Hari Air Sedunia (HAD) merupakan bentuk kesadaran dan upaya mencegah krisis air global di masa depan. Manusia, tumbuhan, hewan, dan makhluk lain di bumi tidak bisa hidup tanpa air.

Nilai air lebih dari harganya. Oleh karena itu, air memiliki nilai yang sangat besar dan kompleks bagi kehidupan dan kelestarian alam.

Di Jawa Tengah, HAD diperingati di Desa Soropadan, Kecamatan Pringsurat, Kabupaten Temanggung, Senin (22/3/2021).

GERAKAN pungut sampah digiatkan di lingkungan Kali Elo, melibatkan Kelompok Wanita Tani Desa Soropadan.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Bupati Temanggung, jajaran Balai Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Progo, Bogowonto, dan Luk Ulo (Probolo), Kepala Dinas Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup, Camat Pringsurat beserta Forkopimcam, para kepala desa, pengurus Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A), kelompok tani (klomtan), dan pengelola Desa Wisata.

Desa Soropadan telah menjadi pelopor dalam pengembangan SDM pengelola air serta klomtan mandiri. Selain itu juga terkenal sebagai Desa Wisata yang memiliki kearifan lokal sentra budidaya ayam elba dari Arab.

Selain itu, kelompok P3A di Soropadan juga memangku berbagai wilayah di Kabupaten Temanggung dan Magelang. Kelompok ini memiliki tugas mengelola dan memelihara jaringan irigasi tersier, serta mencari solusi secara lebih mandiri terhadap persoalan-persoalan menyangkut air irigasi yang dihadapi di tingkat usaha tani.

KELOMPOK Wanita Tani Desa Soropadan peduli lingkungan sungai dengan cara pungut sampah di pinggir Kali Elo.

Kepala Balai PSDA Probolo Kutoarjo Dyah Purbandari mengatakan, upaya pelestarian air dan lingkungan hidup membutuhkan peran masyarakat, berupa kesadaran bersama untuk memelihara sumber daya air.

Garda Depan
Kelompok-kelompok P3A di Jawa Tengah merupakan garda depan untuk mengurus ketersediaan air, memanfaatkan aliran sungai, bending, serta sumber sumber air alami yang ada, agar lestari jangan sampai mati sumber dayanya.

baca juga:  Kenakan Pakaian Adat Samin, Bupati Blora Ikuti Peringatan Kemerdekaan RI Tingkat Nasional

Keberadaan klomtan dan P3A sangat mendukung upaya pemanfaatan air, agar tidak terjadi pemborosan air atau bahkan air terbuang sia-sia. Karena itu, saluran-saluran irigasi perlu terus ditingkatkan fungsinya serta dipelihara bersama agar semua wilayah tercukupi kebutuhan airnya.

STAF Ahli Bupati Temanggung Joko Prasetyono menyerahkan bibit tanaman untuk lingkungan hidup kepada kepala desa.

Sementara Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) “Migunani” Desa Soropadan Kusnendariyanto mengatakan, banyak pintu air di wilayahnya yang sudah tidak berfungsi. Hal itu menyebabkan beberapa wilayah Magelang tidak kecukupan air, meskipun musim hujan.

“Karena pintu tidak berfungsi, maka air mengalir tidak pada salurannya, sehingga terjadi pembuangan air tidak sengaja,” ujar Kusnendariyanto.

Untuk mengatasi hal tersebut, klomtan dan P3A harus duduk bersama membahas solusinya dengan melibatkan Balai PSDA Probolo Kutoarjo untuk ikut memfasilitasinya.

Salah satu bentuk pendekatan komunikasinya adalah menyelenggarakan peringatan Hari Air Sedunia di Soropadan, dengan gerakan tanam pohon seperti durian, duku, alpokat, dan lainnya untuk pelestarian lingkungan hidup, pemasangan saluran biopori untuk peresapan air, serta penebaran ikan uceng dan jenis lainnya di Kali Elo.

Berkelanjutan
Ide Hari Air Sedunia ini dimulai pada 1992, saat Konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tentang Lingkungan dan Pembangunan di Rio de Janeiro.

Pada tahun yang sama, Majelis Umum PBB mengadopsi resolusi yang menyatakan tanggal 22 Maret setiap tahun sebagai Hari Air Sedunia.

Peringatan pertamanya pun dilakukan setahun berikutnya, yaitu pada 1993 dan terus diperingati hingga hari ini. Kepedulian terhadap masalah air ini terus berkembang dalam kegiatan lainnya, seperti Tahun Kerja Sama Internasional di Bidang Air pada 2013 dan Dekade Aksi Internasional tentang Air untuk Pembangunan Berkelanjutan yang dimulai pada 2018 sampai 2028 mendatang.

Hari Air Sedunia 2021 mengusung tema “Air bagi Manusia, Nilai Sebenarnya, dan Bagaimana Kita Dapat Melindungi Sumber Daya Air dengan Lebih Baik”.

Lebih dari sekadar harganya, air memiliki nilai yang sangat besar dan kompleks bagi rumah tangga, budaya, kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan keutuhan lingkungan alam.

baca juga:  Pimpin Apel Pagi, Kapolres Blora Sampaikan Terima Kasih Rangkaian Peringatan HUT Kemerdekaan RI Ke-77 Aman Di Blora

Jika mengabaikan salah satu dari nilai-nilai tersebut, maka akan berisiko terjadi kesalahan dalam mengelola sumber daya yang terbatas dan tak tergantikan ini. Bila salah satu nilai kita abaikan, maka risiko berkepanjangan tidak dapat dihindari.***

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *