Tolak Pensiun, Sekdes Karanganyar Berinisial “J” Jadi Bahan Omongan

NEWS

Penulis: Sugimin
SRAGEN | inspirasiline.com

FENOMENA menarik terjadi di Bumi Sukowati. Sejumlah perangkat desa (perades) yang sudah memasuki purnatugas dilaporkan ngotot tak mau menanggalkan jabatannya. Bahkan, sebagian masih nekat masuk kerja di kantor balai desa layaknya perades lain yang masih aktif.

Informasi yang berkembang, para perades tersebut masih enggan menerima kenyataan dipensiun pada usia 60 tahun. Mereka yang rata-rata menempati jabatan hasil mutasi 2018 itu masih berkeyakinan bahwa harusnya pensiun di usia 65 tahun, karena diangkat sebelum 2000.

Data yang diterima yang dicatat inspirasiline.com, perades yang enggan dipensiun itu ada yang berposisi sebagai bayan, yang sebelumnya kepala dusun (kadus). Ada juga yang menjabat sekretaris desa (sekdes), yang lebih dikenal dengan sebutan carik.

Salah satu yang sempat menjadi perbincangan adalah Sekdes Karanganyar, Kecamatan Plupuh, berinisial “J” yang sempat menolak dipensiunkan dari tugasnya.

J ngotot enggan lengser, karena merasa masih berhak menjabat sampai usia 65 tahun. Sebab, menurutnya, dia diangkat sebagai sekdes di usia sudah lebih dari 60 tahun.

Bahkan, menurut warga sekitar, Sekdes J sempat berseloroh minta dibuatkan ruangan tersendiri di balai desa, kalau tidak dibolehkan bertugas di kantor bersama perangkat desa lain.

“Iya, ramainya kemarin sempat nggak mau pensiun. Masih masuk terus dan malah minta disinggetke ruangan sendiri. Sampai ramai dan banyak jadi perbincangan,” ujar salah satu warga yang tidak mau disebutkan namanya, dengan alasan tidak enak saat berbincang dengan inspirasiline.com di balai desa setempat, Jumat (16/4/2021).

Informasi yang dikumpulkan inspirasiline.com, sekdes tersebut sempat nekat masuk beberapa kali. Sekdes itu kemudian berhenti setelah terkena Covid-19. Setelah sembuh, yang bersangkutan kembali masuk dan malah mengajukan permintaan yang akhirnya menjadi perbincangan.

baca juga:  Permudah Layanan Keadministrasian, Pemdes Srawung Luncurkan Aplikasi Sipedes Online 

“Intinya sanggup untuk pensiun dengan syarat jatah bengkoknya tetap diberikan sampai usia 65 tahun,” ujar salah satu perades yang juga keberatan disebutkan indentitasnya.

Kasus yang sama juga dilaporkan terjadi di beberapa desa lain di Bumi Sukowati. Sebagian perades yang sudah memasuki purnatugas karena usianya 60 tahun, hingga kini juga ada yang belum rela dan belum mau menerima Surat Keputusan (SK) pensiun.

Menyikapi hal itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Sragen Tatag Prabawanto mengatakan, pemerintah desa (pemdes) dan kepala desa (kades) harus berpedoman pada aturan yang sudah ada saja.

Jika memang aturannya harus pensiun di usia 60 tahun, maka harus diterbitkan SK pensiun.

“Pedomani aturan saja yang sudah dikeluarkan pemerintah daerah (pemda). Kalau sudah masuk masa pensiun, ya dibuatkan SK pensiun. Kalau masih nekat masuk, ya nggak usah digaji. Karena nanti malah menyalahi aturan,” katanya.

Keengganan untuk dipensiunkan di usia 60 itu juga terkait dengan upaya gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) yang dilakukan salah satu perades di Jambanan, Sidoharjo.

Sekdes Jambanan Basino, saat ini diketahui mem-PTUN-kan kades dan pemkab atas SK pensiun yang diterimanaya di usia 60 tahun. Padahal Basino berkeyakinan masih berhak untuk menjabat sampai usia 65 tahun.***

Bagikan ke:

1 thought on “Tolak Pensiun, Sekdes Karanganyar Berinisial “J” Jadi Bahan Omongan

  1. Ini namanya adu domba ,fakta yang sebenarnya tidak demikian , ybs saat ini usianya 63 tahun. Ujug ujug diberhentikan , berdasar edaran ,bahwa masa kerja ybs 60 tahun , padahal saat mutasi ybs umurnya 60 lebih 3 bulan.

    Jadi ini terjadi kesalahan informasi dan cenderung menyesatkan…beliau diberhentikan karena edaran sekda yang tifak berdasar aturan ,hanya berdasar kebijakan…..

    Pwrtanyaannya yang ngawur itu siapa. ?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *