Wujudkan KPH Ideal, Kadivre Perhutani Jateng Kunjungi KPH Telawa

NEWS

BOYOLALI (inspirasiline.com) Kepala Perum Perhutani Divisi Regional (Divre) Jawa Tengah melakukan kunjungan kerja perdana ke Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Telawa dalam rangka pelaksanaan pembinaan karyawan serta evaluasi kinerja di ruang rapat KPH Telawa, Kamis (03/09).

Kunjungan kerja Kepala Divisi Regional Jawa Tengah, Suratno ini merupakan kunjungan kerja pertama kalinya ke KPH Telawa semenjak menjabat di Perhutani Divisi Regional Jawa Tengah.

Sebelum melaksanakan kegiatan dinas di kantor KPH Telawa, Suratno menyempatkan singgah di kantor Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Guwo bersilaturahmi serta berdikusi dengan segenap karyawan BKPH Guwo. Setiba di kantor KPH Telawa beliau menyempatkan memeriksa ruang kerja karyawan.

Hadir pada kegiatan tersebut Adminitratur KPH Telawa Titus Aryanto, segenap manajemen pejabat lingkup kantor KPH Telawa dan pejabat lapangan yang memangku wilayah dan segenap karyawan kantor KPH Telawa.

Pada kesempatan tersebut Administratur, Titus Aryanto menyampaikan ucapan selamat datang kepada Kadivre Jawa Tengah dan dilanjutkan menyampaikan gambaran umum serta rencana kerja dan pencapaian pekerjaan sampai dengan bulan Agustus 2026, diantaranya produksi kayu sebanyak 7.679 m3 (68%) dari target produksi kayu sebesar 11.189 m3.

“Mengingat produksi kayu kecil dan tersebar serta ukuran sortimen kayu sebanyak 70% didominasi sortimen AI, kami sudah mengupayakan penambahan crew tebangan untuk mengejar target produksi.” Ujar Titus Aryanto.

Dalam arahannya, Suratno,menyoroti pencapaian Key Performance Indikator (KPI) KPH Telawa yang saat ini masih tertinggal. Menurutnya, kondisi tersebut perlunya meningkatkan realisasi produksi kayu sebagai usaha agar pendapatan perusahaan lebih meningkat. Beliau juga mengapresiasi upaya-upaya yang telah dilakukan jajaran KPH Telawa termasuk pencapaian pendapatan dari Agroforestry jagung sebesar 163%.

“Mari bentuk tim yang solid, kita bisa menuangkan ide dan gagasan untuk memajukan perusahaan, dan menciptakan inovasi atau terobosan untuk meningkatkan pendapatan, sehingga kedepan bisa mewujudkan KPH Telawa yang ideal” ucap Suratno
Ia juga menekankan agar pembuatan tanaman, khususnya tanaman pengisi kesambi agar dievaluasi kembali. Diharapkan tanaman pengisi hidup, panen, laku pada akhir daur dengan mencari pengganti jenis lain seperti Mahoni, Balsa, Jabon yang memiliki nilai ekonomi.

Kunjungan kerja ini diakhiri dengan sesi diskusi interaktif dan foto bersama. Melalui dialog interaktif tersebut diharapkan seluruh jajaran dapat menyamakan persepsi guna meningkatkan kinerja menuju Kesatuan Pemangkuan Hutan ideal dapat memperkuat semangat dalam membangun inovasi agar pengelolaan hutan berjalan adaptif, produktif, dan lestari. (jk/W3P)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *