Sragen-Inspirasiline.com.
Untuk itu Pemerintah Kabupaten ( Pemkab) Sragen membuat terobosan baru yakni Desa Tuntas Kemiskinan (Tumis) Gotong Royong yang fokus menyasar Desa sebagai upaya pengentasan kemiskinan terintergrasi dengan cara menggerakkan Stakeholders dan instansi vertikal melakukan sebuah assesment dari awal sehingga terindentifikasi secara menyeluruh kebutuhan masing-masing masyarakat yang ada di Desa.
Hal tersebut disampaikan Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati saat memberikan arahan Kepala OPD, stakeholders (PMI dan Baznaz-red) serta Forum Usaha Daerah (FUD) dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektoral (Rakor Linsek) di Ruang Sukowati Sekretariat Daerah (Setda) Sragen Senin ,(20/6/2022).

“Karena ini adalah terapi Gotong Royong satu Desa, kami mengambil Pilot Project untuk Terapi Desa Jabung, Kecamatan Plupuh. Kami kumpulkan teman-teman stakeholders untuk Bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebanyak 57 rumah dari Baznas dan LAZ, Bantuan Jambanisasi sebanyak 48 buah dari PMI Sragen, Bantuan Listrik sejumlah 12 sambungan dari PLN, Bantuan Matra untuk 38 keluarga, dan Bantuan Pendidikan 6 siswa dari GNOTA.”ungkap Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati menjelaskan.
Yuni sapaan akrab Bupati Sragen itu mengatakan, Setelah selesai Pilot Project pertama sesuai hasil assesment tahun 2022 akan membuat Replikasi 2 Desa yaitu, Terapi Desa Kadipiro Kecamatan Sambirejo dan Desa Cemeng Kecamatan Sambungmacan. Assestement telah dilaksanakan di 20 Kecamatan (20 Desa-red) dan rencana di tahun 2023 akan difokuskan di 31 Desa.
Orang Nomor 1 di Bumi Sukowati ini meminta seluruh pihak melaksanakan assestment sesegera mungkin untuk rencana Replikasi 2 Desa tersebut. Awal bulan depan (Juli) kata Yuni segala persiapan untuk dilakukan pra asessment. Mulai dari Kepala Desa sampai dengan perangkat hingga ketingkat RT untuk melakukan persiapan. ‘ Diharapkan dari 3 Desa yang sudah dilakukan sebagai Pilot Project itu akan dinyatakan tuntas Desa” Ungkapnya.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sragen Finuril Hidayati menguraikan, awal mula latar belakang Program Desa Tumis 51 desa yang masuk zona merah kemiskinan ekstrim menurut data Pemprov Jateng sehingga Dinas Sosial melakukan assesment ulang melalui data yang sudah ada yaitu data DTKS Kementrian Sosial. Hasil assesmen ulang digunakan sebagai indikator kemiskinan sesuai UU no.13, verifikasi Rumah Tangga Miskin, Peraturan Bupati (Perbup) dan poin-poin sensus BPS.
“Dari hasil asseement ulang, diketahui kebutuhannya apa. Apakah RTLH, Pendidikan atau pun Kesehatan?. Hal tersebut akan menjadi database kita. Untuk saat ini ada pendampingan dari OPD terkait walaupun digotong royongkan dari berbagai pihak. Sebagai contoh RTLH anggaranya bantuan dari Baznas dan LAZ tetapi untuk pemdampingannya dari Diperkimtaru (sesuai pedoman dari masing-masing Instansi/Dinas tersebut-red).” Ungkap Finuril Hidayati menjelaskan.
Kepala Desa Jabung Triyono mewakili masyarakat di Desanya menyatakan bersyukur atas perhatian semua instansi yang bersedia membantu secara gotong royong dalam pengentasan kemiskinan di Desa Jabung.
“Tadi, saya mengusulkan infrastruktur khususnya perbaikan jalan penghubung Desa Jabung – Sidokerto kepada Dinas DPU. Sepertinya akan disetujui sehingga seluruh program Desa Tumis dapat selesai tahun 2022. Kami berterima kasih dan merasa senang karena masyarakat dibantu dalam program Tuntas Kemiskinan.” Ungkap Triyono seusai Rakor Linsek. ( Sugimin/17)
