Univet Bantara Menjadi Pilot Project PTS Se Jateng Mengenai Sarpras

NEWS

Sukoharjo-Inspirasiline.com. Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) wilayah VI Jawa Tengah menyelenggarakan asistensi tata kelola sarana prasarana (sarpras) Perguruan Tinggi yang digelar di Univet Bantara Sukoharjo pada Selasa (21/6/2022)  yang diikuti oleh perwakilan 40 Perguruan Tinggi Swasta (PTS) sejateng, acara dibuka langsung oleh Kepala LLDIKTI Jateng wilayah VI  Bhimo Widyo Andoko. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Rektor Univet Bantara Prof. Farida Nugrahani, wakil rektor II Yos Wahyu Harinto  yang juga menjadi nara sumber dan para peserta asistensi dari 40 PTS sejateng.

Dalam kata sambutannya kepala LLDIKTI wilayah VI Jateng Bhimo Widyo Andoko menyampaikan sesuai dengan UU no: 15 dan Permendikbud  no: 3 tahun 2020 tentang optimalisasi MBKM, yang diatur pasal 36, 68 tentang standar lahan dan bangunan, Permendikbud no : 7 tahun 2020 tentang standar minimal, pasal 11 tentang luas lahan.   jadi misalnya akan membuka satu prodi baru harus sudah dihitung termasuk kecukupan sarana prasana yang dibutuhkan seperti tenaga dosen dan mahasiwanya, ruangan utk pembelajaran dan sarana prasara yang lainnya.

Rektor Univet Bantara saat memberikan sambutan

Lebih lanjut Bhimo menambahkan dari banyak pengalaman sarana prasana ini menjadi topik dalam tata kelola sarana prasana di  PTS jangan sampai terjadi permasalahan di kemudian hari. Dalam asistensi ini juga sebagai sarana untuk sharing bagaimana cara mengelola tata kelola sarana prasarana yang baik, pasalnya sarana prasarana menjadi topik pengembangan kurikulum MBKM. Dalam kegiatan ini menghadirkan nara sumber dari kementrian keuangan dirjen kekayaan negara (DJKN) Jateng /DIY, Wakil Rektor II Univet Bantara Sukoharjo.

“ Tata kelola sarana prasarana menjadi topik dalam tata kelola sarana prasarana di perguruan tinggi,” terang Bhimo.

Sementara itu Rektor Univet Bantara Sukoharjo Prof. Farida Nugrahani dalam kata sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada LLDIKTI wilayah VI Jateng bahwa kami dipercaya untuk penyelenggaraan kegiatan ini, tentunya kami merasa bangga ditunjuknya Univet Bantara dalam kegiatan ini berarti   Univet Bantara dipandang manpu mengelola sarana prasarana dengan baik dan mampu melaporkan dipangkalan LLDIKTI dengan baik.

Peserta asistensi dari 40 PTS Sejateng

Prof. Farida juga menambahkan Univet Bantara menjadi bestpractis dengan Perguruan Tinggi lain. Kami memberikan kesempatan kepada para peserta untuk melihat sarana prasarana yang kami miliki, baik fasilitas yang dimiliki yayasan maupun fasilitas yang diberikan oleh pemerintah. Misalnya rosunawa, lab bahasa, lab perkayuan, lab industri, lab hidro dan yang lainnya, di Univet Bantara semua prodi kami sudah mempunyai lab masing-masing.

“ Univet Bantara Sukoharjo ditunjuk oleh LLDIKTI untuk penyelenggaraan kegiatan ini, membuktikan bahwa Univet Bantara sudah mampu dalam tata kelola sarana prasarana dengan baik, “ Ujar Prof. Farida.

Yos Wahyu Harinto sebagai nara sumber mewakili Univet Bantara Sukoharjo ditemui wartawan disela-sela kegiatan mengatakan bahwa kegiatan ini mengambil tema “ Asistensi sarana prasarana tata kelola Perguruan Tinggi dalam mendukung program MBKM dilingkungan LLDIKTI  wilayah VI ”.

Yos Wahyu menyampaikan best practis dalam tata kelola sarana prasarana ini untuk menunjang MBKM, sesuai arahan DIKTI sarana prasarananya ada 4 hal penting yaitu: lahan/tanah, bangunan/gedung, ruang, dan barang-barang inventaris kita sesuaikan dengan dasbotnya LLDIKTI yang sudah mempunyai sistem, kami nanti akan bandingkan, kita bisa saling sharing mana yang belum lengkap saling melengkapi.

Sarana prasarana di perguruan tinggi ada 2 peraturan yaitu SNDIKTI peraturan pemerintah dan aturan pemerintah yaitu tentang pendirian, pencabutan perguruan  tinggi swasta ada aturannya. Misalnya untuk mendirikan perguruan tinggi harus mempunyai lahan minimal 10 000 m2. Dan itu harus ada buktinya kemudian diaplot kalau memenuhi syarat baru dikatakan valid. Dan Univet Bantara menjadi pilot project tentang sarana prasana di tataran PTS di Jateng. Kami akan terus berkembang, belajar untuk memperbaiki diri supaya tidak ketinggalan dengan perguruan tinggi yang lain.

“ Tata Kelola sarana prasarana di Univet Bantara Sukoharjo menjadi pilot project perguruan tinggi se Jateng, kami akan terus berkembang, belajar untuk memperbaiki diri agar tidak ketinggalan dengan perguruan tinggi lainnya, cetus Yos Wahyu. (Prie)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *