Mencatat Makna Hari Bumi di Mata Siswa SD/MI

EDUKASI

Penulis: Budhy HP | Editor: Dwi NR
TEMANGGUNG | inspirasiline.com

Mereka belum memiliki pengetahuan cukup tentang dampak aktivitas manusia terhadap bumi. Maka tentu kita berikan latar belakang mengapa perlu dicanangkan Hari Bumi Sedunia.
BIBIT tanaman penghijauan untuk gerakan tanam seribu pohon akan dirasakan manfaatnya bagi generasi mendatang.

KEHIDUPAN zaman yang semakin modern di masyarakat seringkali menimbulkan berbagai masalah. Salah satunya masalah yang berkaitan dengan lingkungan. Dalam hal ini, pola konsumsi masyarakat yang tidak ramah lingkungan semakin menimbulkan berbagai dampak buruk bagi kesehatan lingkungan.

Semisal penggunaan kendaraan pribadi yang semakin banyak, menyebabkan risiko polusi udara yang semakin meningkat. Belum lagi kegiatan industri yang menimbulkan kepulan asap tebal hingga limbah-limbah yang mencemari lingkungan, baik tanah atau air.

Lalu pemahaman seperti apa yang harus diberikan kepada anak-anak setingkat sekolah dasar?

Mereka belum memiliki pengetahuan cukup tentang dampak aktivitas manusia terhadap bumi. Maka tentu kita berikan latar belakang mengapa perlu dicanangkan Hari Bumi Sedunia.

SISWA-siswi MI Negeri Ringinanom ketika berkampanye keliling di Hari Bumi Sedunia 2021.

Tentu bisa dimulai dari sejarah Hari Bumi. Adanya krisis iklim dan pemanasan global yang kian memburuk, dan dikhawatirkan kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya semakin terancam.

Dan kemudian apa yang harus dilakukan generasi kecil sekarang hingga ke depannya nanti, agar bumi tetap lestari dan manusia tetap sehat hidup di atas bumi.

Kesadaran Lingkungan
Latar belakang inilah yang seringkali menjadi gagasan dari berbagai organisasi untuk menciptakan gerakan untuk kesadaran lingkungan di masyarakat. Salah satunya peristiwa 22 April 1970 yang menjadi gerakan pertama dimulainya Hari Bumi Sedunia.

Peringatan Hari Bumi ini tidak lain untuk mengajak lebih banyak masyarakat untuk menjaga kesehatan lingkungan demi mencegah krisis yang semakin buruk.

Berawal dari sebuah gerakan nasional di Amerika Serikat pada 1970, saat ini Hari Bumi diperingati dengan berbagai kegiatan bernapaskan kecintaan terhadap alam di 193 negara. Kegiatan ini dikoordinasi secara global oleh Earth Day Network yang digagas oleh Denis Hayes.

baca juga:  Kekurangan Guru Picu Penundaan Regrouping SD

Nah, di sini siswa sekolah dasar, seperti yang dilakukan siswa MI Negeri Ringinanom, Kecamatan Parakan, Kabupaten Temanggung pada 21 April 2016 dengan gelaran berbagai bentuk kegiatan, termasuk Peringatan Hari Kartini.

Berbagai kegiatan siswa di MI Negeri Ringinanom dan aksi dalam rangka memperingati kedua momentum tersebut biasanya dilaksanakan dengan cara yang berbeda, sehingga pesan dan kesan yang tersampaikan pun berbeda pula.

Kali ini, Hari Kartini dan Hari Bumi diperingati dengan satu kemasan kegiatan yang kreatif dan sarat pesan moral untuk mencintai lingkungan hidup yang dijiwai dengan semangat Kartini. Di antaranya dengan kampanye keliling lingkungan dan Kota Parakan, membentangkan spanduk serta puluhan poster, dan pembagian selebaran yang bertuliskan pesan-pesan untuk menjaga kelestarian alam bumi.

“Tujuan melibatkan siswa dalam Hari Kartini dan Hari Bumi adalah untuk menyampaikan pesan-pesan perspektif gender dari RA Kartini, juga bertujuan untuk menanamkan kepada anak didik kepedulian terhadap lingkungan hidup,” kata Plt Kepala MI Negeri Ringinanom Nur Makhsus.

Sementara Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Kabupaten Temanggung Ripto Susilo mengatakan, program unggulan gerakan pemberdayaan masyarakat untuk mewujudkan Masyarakat Unggul Sejahtera dengan Tani Pekarangan dan Desa Bebas Sampah (Mustika Desa) sudah terformulasikan dengan baik di tahun 2020, tapi sempat terkendala pandemi Covid-19 dan kini tetap digulirkan.

“Oleh karena itu, pemerintah akan mendukung kegiatan masyarakat bersama dengan seluruh komponen masyarakat mulai dari PKK, sekolah, organisasi kemasyarakatan (ormas), hingga pemerintah desa untuk melestarikan lingkungan hidup,” ungkapnya.***

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *