Ketua Demang Manunggal Geyer Budiyono: Ujian Perades untuk Hasilkan SDM Berkualitas

NEWS

Penulis: Joko Widodo
GROBOGAN | inspirasiline.com

PERHELATAN ujian penyisihan perangkat desa (perades) di Kabupaten Grobogan, yang meliputi 229 desa, dengan lowongan sebanyak 970 formasi jabatan, baik untuk formasi jabatan kepala dusun (kadus), kepala urusan (kaur), dan kepala seksi (kasi) siap digelar pada 7 Juni mendatang.

Untuk wilayah Eks-Kawedanan Purwodadi, dengan peserta berasal dari Kecamatan Purwodadi akan berlangsung di SMP Negeri 5 Putat, Purwodadi. Kemudian untuk Kecamatan Toroh di SMAN 1 Toroh, dan wilayah Kecamatan Geyer di SMAN1 Gundih, Geyer.

Terkait teknis penyelenggaraan, panitia desa bekerja sama dengan perguruan tinggi di seputar Kabupaten Grobogan seperti Polines, Undip Semarang, UMS Surakarta, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Universitas Islam Negeri (UIN) Semarang, dan UIN Kudus.

Dari 19 kecamatan yang ada di Grobogan, 11 kecamatan di antaranya masuk bintek Polines Semarang.

Ketua Paguyuban Kepala Desa (Demang Manunggal) Kecamatan Geyer Budiyono menjelaskan, proses dan mekanisme ujian penyisihan perades sudah sesuai aturan yang ada, sehingga hasilnya akan sesuai dengan yang diharapkan.

“Harapan kami semua, melalui seleksi ketat ini bisa menghasilkan perangkat desa yang benar-benar mampu di bidangnya,” kata Budiyono saat ditemui inspirasiline.com di kantornya, Kamis (3/6/2021).

Dengan memperoleh perades yang bagus sesuai tupoksinya masing-masing, menurut Budiyono, maka di samping mendapatkan SDM yang baik, juga akhirnya pelayanan ke depan makin menjadi sempurna.

“Kalau SDM perangkat desa bagus dan terampil, maka secara otomatis pelayanan di desa semakin sempurna,” ujar pria kelahiran 6 Januari 1967 yang sudah menjadi Kepala Desa Ledokdawan untuk periode kedua ini.

Agak berbeda, Sekdes Juworo, Kecamatan Geyer mengusulkan, untuk memperoleh SDM perades yang berkualitas dan berbobot, ujian penyisihan sebaiknya tidak hanya tulis saja, tapi harus ada ujian praktiknya.

baca juga:  Siap Amankan Pilkada, Kapolres Sukoharjo Kukuhkan TRC 17

Sebab, Sekdes Juworo mengungkapkan, dalam Perda disebutkan bahwa salah satu persyaratannya harus melampirkan sertifikat komputer.

“Menurut saya, ujian penyaringannya harus ada ujian praktik komputernya juga,” kata Sekdes Juworo, yang sudah berpengalaman lima kali dalam ujian perades di desanya.

Dengan demikian, Sekdes Juworo berpendapat, ketika calon yang memunyai sertifikat keterampilan komputer diuji praktik dan lulus, berarti yang bersangkutan benar-benar mampu dan terampil.

“Tapi hal ini sekadar masukan, lho,” ucapnya.***

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *