Penulis: Sugimin
SRAGEN | inspirasiline.com
POLRES Sragen berkomitmen memberantas segala bentuk premanisme. Untuk mewujudkan hal tersebut, Polres Sragen mengerahkan tim khusus an melibatkan 22 personel.
Operasi sudah dimulai Minggu (13/6/2021) kemarin, dan akan digelar seterusnya dengan sasaran segala bentuk aksi premanisme dan pemalakan yang meresahkan masyarakat maupun pengusaha.

Kapolres Sragen AKBP Yuswanto Ardi mengatakan, tim khusus itu terdiri atas personel lintas fungsi seperti Sat Sabhara, Sat Binmas untuk pembinaan, dan Satreskrim untuk penegakan hukum.
Mereka sudah diterjunkan sejak kemarin untuk melakukan operasi pemberantasan premanisme di wilayah hukum Polres Sragen. Hari pertama kemarin, ada 3 oknum pengamen dan “pak ogah” yang sudah diamankan di Polres Sragen.
“Kita sudah bentuk tim khusus. Melibatkan 22 personel, yang akan terjun setiap hari sampai seterusnya, untuk melakukan patroli dan pemberantasan segala tindak premanisme,” ungkap Kapolres Sragen AKBP Yuswanto Ardi kepada inspirasiline.çom, Senin (14/6/2021).
Kapolres AKBP Yuswanto Ardi menguraikan, operasi premanisme ini akan menyasar segala bentuk tindakan yang mengarah pada pemerasan dan premanisme.
Seperti di persimpangan jalan yang mengatur lalu lintas dan meminta uang secara paksa. Nantinya oknum-oknum “pak ogah” itu akan ditindaklanjuti dan ditertibkan. Mereka justru bisa digandeng untuk pembinaan oleh Satlantas.
“Sudah saya perintahkan Kasatlantas melakukan pembinaan, yang nanti bisa dimanfaatkan untuk Sukarelawan Pengatur Lalulintas (Supeltas),” ujarnya.
Sasaran lain oknum juru parkir atau juru retribusi di pasar-pasar atau tempat keramaian yang melakukan penarikan di atas ketentuan.
Menurutnya, petugas parkir yang memungut tidak sesuai kebijakan retribusi pemerintah daerah adalah sasaran untuk ditertibkan.
Selanjutnya juga di tempat-tempat peristirahatan sopir-sopir truk dan lokasi kawasan industri.
AKBP Yuswanto Ardi menyebut, ada 6 lokasi industri dan peristirahatan sopir truk yang rawan dan akan dipelototi.
“Di seputar Pasar Nglangon, di area Pungkruk, termasuk juga di kawasan industri di daerah Kalijambe, Gemolong, Masaran, dan Sambungmacan. Apabila pelaku-pelaku usaha ada kelompok orang yang meresahkan, akan kita lakukan tindakan,” tandasnya.
WA Center
Orang nomor satu di jajaran Polres Sragen itu menyampaikan, jika menemui atau mengalami pemalakan atau tindakan mengarah premanisme di sekitarnya, bisa melapor ke WA Center Polres yang khusus menangani aduan.
WA dengan nomor 08877-110-110 itu akan langsung direspons dan on 24 jam. Karena WA Center itu merupakan sebuah sistem yang terkoneksi langsung ke semua pimpinan di Polres Sragen.
“Jadi bukan masuk di handphone saya atau handphone siapa. Ini merupakan sebuah sistem yang mana ketika WA masuk, di situ bisa diketahui oleh para pimpinan di Polres Sragen. Dan ada tindakan dari anggota kita juga monitor melalui GPS. Jadi saya pastikan 99% ditindaklanjuti,” tandas Kapolres AKBP Yuswanto Ardi.
Ditambahkan, operasi pemberantasan premanisme itu digelar sebagai tindaklanjut instruksi Kapolri, dua hari lalu. Bahwa di situasi pandemi ini, pemerintah pusat ingin, selain mencegah penyebaran Covid-19, juga harus bisa menjaga stabilitas ekonomi dan kondusivitas masyarakat.
“Jangan sampai kegiatan premanisme mengganggu pertumbuhan perekonomian di masa pandemi ini,” ujar Kapolres AKBP Yuswanto Ardi.***
