Di Wilayah Kerja Puskesmas Plupuh 1 Tidak Ada Tambahan Kasus Covid-19

NEWS

Penulis: Sugimin
SRAGEN | inspirasilne.com

WALAUPUN kasus Covid-19 Kabupaten Sragen terus mengalami peningkatan cukup fantastis, di wilayah kerja Puskesmas Plupuh 1 sampai hari ini, Selasa (22/6/2021) tetap tidak bertambah, yaitu hanya 12 kasus.

Sedangkan wilayah kerja Puskesmas Plupuh 2, sekalipun bertambah dua, hanya ada 5 kasus Covid-19, dari sebelumnya 3 kasus positif terpapar.

KEPALA Puskesmas Plupuh 2 dr Paryanti.

Alhamdulillah, tidak ada tambahan kasus Covid-19. Semua itu berkat kerja bareng dengan Pak Camat, Pak Kapolsek, dan Pak Danramil, termasuk di dalamnya Pemerintah Desa (Pemdes) serta Satgas Covid-19 tingkat Kecamatan Dan Desa yang terus menyosialisasikan bahaya Covid-19 kepada masyarakat,” ungkap Kepala Puskesmas Plupuh 1 dr Abdul Azis kepada inspirasiline.com, Selasa (22/6/2021).

Terpisah, Kepala Puskesmas Plupuh 2 dr Paryanti mengatakan, secara garis besar masyarakat di wilayah kerjanya sudah menyadari akan bahaya Covid-19.

“Untuk vaksinasi, kendalanya berita dan video hoax, Pak. Tapi kami terus bekerja untuk menyadarkan masyarakat, terutama yang lanjut usia (lansia),” ujar dr Paryanti menjawab petanyaaaan inspirasiline.com seputar kendala vaksinasi Covid-19 untuk lansia.

Data yang dicatat inspirasiline.com di laman Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sragen, Senin (21/6/2021), ada tambahan 32 warga yang kembali terpapar positif Covid-19.

Penambahan 32 kasus tersebar di hampir sebagian besar kecamatan yang ada di Bumi Sukowati.

Sementara sampai Senin (21/6/2021), total kasus positif di Kabupaten Sragen mencapai 8.988 kasus. Rinciannya, 689 masih dirawat, 7.817 pasien sembuh, dan 482 meninggal dunia.

Seperti halnya Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati serta pejabat lain di Kabupaten Sragen, Kepala Puskesmas Plupuh 1 dr Abdul Azis dan Kepala Puskesmas Plupuh 2 dr Paryanti sangat berharap, warga makin waspada dan menaati protokol kesehatan, yakni terus memakai masker, rajin mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan membatasi mobilisasi.***

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *