Dukung Ketahanan Pangan, Polsek Polokarto Tabur 10.000 Benih Lele

NEWS

Penulis: Supriyani | Editor: Dwi NR
SUKOHARJO | inspirasiline.com

DALAM kunjungan kerja di Kabupaten Sukoharjo, Selasa (3/8/2021), anggota Komisi III DPR RI, Eva Yuliana berkesempatan melihat secara langsung budidaya ikan lele dan gurami dan turut dalam kegiatan tabur 10.000 benih ikan lele dalam upaya untuk mendukung ketahanan pangan di kolam binaan Polsek Polokarto.

Kolam budidaya ikan lele dan gurami yang dikembangkan Polsek Polokarto bersama masyarakat tersebut sudah tiga kali panen, dan saat ini siap untuk panen keempat.

ANGGOTA Komisi III DPR RI, Eva Yuliana didampingi Kapolres Sukoharjo AKBP Wahyu Nugroho Setyawan dan Kapolsek Polokarto Sriyadi melihat tanaman hidroponik yang dikembangkan di sekeliling kolam budidaya lele .

“Tidak ada alasan bagi saya untuk tidak mengapresiasi apa yang dilakukan Polri, dalam hal ini Polsek Polokarto,” ujar Eva Yuliana kepada wartawan.

Untuk itu, politisi dari Partai Nasdem ini mengajak masyarakat untuk bersama-sama mendukung program tersebut, terlebih di masa pandemi seperti saat ini, akan sangat membantu menjaga ketahahan pangan masyarakat.

Ke depan, budidaya ikan lele ini akan dikembangkan bersama UMKM di seputar Polokarto, bahkan di seluruh Sukoharjo.

Eva lebih mengapresiasi, karena budidaya lele dan gurami yang dilakukan oleh Polsek Polokarto ini ternyata tidak menggunakan anggaran pemerintah atau negara, namun dana swadaya dari anggota Polri dan masyarakat.

Apalagi, selain budidaya lele dan gurami, masih dikembangkan tanaman hidroponik. Menurutnya, ini sangat bagus, sehingga ke depan pangsa pasarnya bisa menggandeng usaha kuliner.

“Selama PPKM Level 4 ini memang banyak keterbatasan. Untuk itu harus dijalani dengan sabar dan yakin, masyarakat Sukoharjo dan Solo Raya bisa melakukannya. Tidak lupa untuk disiplin prokes,” pesan anggota DPR RI yang dikenal selalu dekat dengan masyarakat ini.

Sementara Kapolres Sukoharjo AKBP Wahyu Nugroho Setyawan menyampaikan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari program ketahanan pangan, terlebih di masa pandemi ini sebagian besar masyarakat kesulitan dalam melakukan aktivitas ekonomi.

baca juga:  Dukung Perlindungan Anak, Pemkab Sragen Akan Sediakan Shelter Khusus Anak

Menurutnya, dengan adanya kegiatan ketahanan pangan tersebut, masyarakat mencoba untuk mandiri dan berswadaya.

“Ikan lele ini lebih mudah perawatannya dan tidak terlalu susah dalam pengembangannya. Benih juga masih mudah didapatkan. Polsek Polokarto ini baru satu-satunya Polsek yang mengembangkan budidaya lele sekaligus menambahnya dengan tanaman hidroponik. Hal ini akan menjadi percontohan bagi Polsek-Polsek lain untuk melakukan hal yang sama, baik dilakukan secara mandiri maupun bekerjasama dengan masyarakat,” kata Kapolres AKBP Wahyu Nugroho Setyawan.

Kapolsek Polokarto Sriyadi menambahkan, untuk pembuatan satu kolam ukuran 2,5 x 3 meter, dengan kapasitas 2.500 bibit lele menghabiskan biaya sekitar Rp 200 ribu. Selama kurun waktu panen tiga bulan, ditambah biaya perawatan dan pakan, total mencapai Rp 1,1 juta.

“Dari penjualan hasil panen, kami bisa memperoleh keuntungan sekitar Rp 700 ribu. Bahkan, hasil panen yang kemarin, kami bagi-bagikan kepada masyarakat. Mengingat saat ini masih pandemi, panen yang akan datang rencananya juga akan kami bagi-bagikan kepada masyarakat yang sedang isoman,” ungkap Sriyadi.***

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *