Univet Bantara Umumkan 10 Besar Dosen Peraih Skor Tertinggi IPI

EDUKASI

Penulis: Supriyani | Editor: Dwi NR
SUKOHARJO | inspirasiline.com

UNIVET Bantara Sukoharjo terus mendorong para dosen agar bisa berkarya sesuai bidang masing-masing, di antaranya melalui penilaian pada Insentif Publikasi Ilmiah (IPI) dosen di lingkungan kampus setempat.

Mewakili Ketua IPI yang berhalangan hadir, Bendahara IPI Catur Budi Handayani melalui Zoom Meeting yang dipimpin Wakil Rektor I Bidang Akademik di Ruang BPMI, Kamis (12/8/2021), menyampaikan pengumuman verifikasi ajuan IPI dari 76 orang dosen, namun yang berhasil lolos hanya 68 orang dosen.

“Pemberian insentif ini dimaksudkan untuk mendorong para dosen agar bisa mengahasilkan karya ilmiah, baik dalam bentuk tulisan, jurnal, hak cipta, penulisan buku, maupun Sinta Score Affiliation Rank,” jelas Catur Budi Handayani kepada wartawan.

Ada 68 orang dosen yang berhasil memperoleh insentif, sehingga Yayasan Veteran memberikan apresiasi agar para dosen mampu dan terus berkarya, walaupun hal tersebut sudah merupakan tugas pokok dosen sesuai Tri Darma Perguruan Tinggi.

“Kami cukup berbangga, dari tahun ke tahun jumlah IPI terus meningkat. Hal ini menunjukkan semangat kinerja para dosen Univet Bantara Sukoharjo untuk terus berkarya,” terangnya.

Tahun ini, total insentif mencapai Rp 367 juta. Dosen dengan kinerja Publikasi Ilmiah (PI) terbanyak diraih oleh Suyahman dari Prodi PPKn, dengan jumlah yang diajukan 19 judul, dan 17 judul dinilai valid, dengan meraih insentif sebesar Rp 30.820.000.

Sedangkan Prodi dengan karya PI terbanyak adalah Prodi Bahasa Inggris, dengan jumlah karya 29 judul+1 SSA, jumlah dosen 8 orang, jumlah pengusul 6 orang, jumlah insentifnya mencapai Rp 32.660.000.

Melalui Zoom Meeting, Suyahman berbagi resep keberhasilannya meraih PI terbanyak. Menurutnya, semua orang punya potensi, tinggal mau apa tidak berusaha maksimal.

baca juga:  Banyak Anak Orang Kaya Terima Bantuan, PIP Sragen Jadi Sorotan

“Trik-trik yang kami lakoni, antara lain, pastikan link tersebut benar-benar valid, pilih judul yang unik, taati aturan mainnya, harus cek validasi, manfaatkan peluang dan waktu, cari referensi dari jurnal-jurnal internasional, harus terus semangat dan tidak boleh mutung,” beber Suyahman.

Selengkapnya, Sinta Score Affiliation Rank 1-10: (1) Farida Nugraheni (Pascasarjana), insentif Rp 1.000.000; (2) Dewi Kusumaningsih (PBSI), insentif Rp 950.000; (3) Meidawati Suswandari (PGSD), insentif Rp 900.000; (4) Agustina Intan Nikentari (THP), insentif Rp 850.000; dan (5) Veronika Unun Pratiwi (PBI), insentif Rp 800.000.

Selanjutnya, (6) Sri Hartati (THP), insentif Rp 750.000; (7) Nuryani Tri Rahayu (Ikom), insentif Rp 700.000; (8) Anwari Adi Nugroho (Pbio), insentif Rp 650.000; (9) Singgih Subiyantoro (TP), insentif Rp 600.000; dan (10) Bambang Nur Cahyaningrum (Manj), insentif Rp 550.000.

Hery Agus sangat mengapresiasi atas keberhasilan para dosen dalam meningkatkan kinerjanya.

Dia menyampaikan, mulai 2017-2021, karya yang sudah terkumpul dan terverifikasi oleh verifikator sebanyak 841 karya.

“Semoga ini bisa bermanfaat untuk tugas kerja, lembaga, diri sendiri, maupun keluarga. Kami terus mendorong para dosen untuk selalu berkarya, dan harapan kami jangan dibandingkan insentif ini dengan perguruan tinggi lain. Apa pun dan berapa pun harus selalu disyukuri. Dengan bersyukur, insentif itu akan membawa manfaat dan berkah. Buatlah hidup dalam kesejahteraan dan keberkahan,” ujarnya.***

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *