Kejar Capaian Realisasi, Sukoharjo Percepat Vaksinasi

NEWS

Penulis: Supriyani
SUKOHARJO | inspirasiline.com

REALISASI vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Sukoharjo terus naik. Percepatan vaksinasi dilakukan agar target segera tercapai.

Berdasarkan data hingga 10 September 2021, realisasi vaksinasi di Sukoharjo sudah mencapai 30,86% atau 196.689 sasaran untuk dosis pertama dan 16,98% atau 94.482 sasaran dari target vaksinasi 719.754 orang.

“Kami terus mengejar realisasi vaksinasi di semua fasilitas layanan kesehatan seperti Puskesmas dan rumah sakit. Termasuk juga vaksinasi yang digelar oleh TNI-Polri,” jelas Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Sukoharjo yang juga kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sukoharjo dr Yunia Wahdiyati di sela-sela menghadiri pencanangan vaksinasi untuk usaha mikro kecil menengah (UMKM) di RSUD Ir Soekarno, Rabu (15/9/2021).

Yunia mengatakan, saat ini sasaran vaksinasi sudah untuk masyarakat umum usia 18 tahun ke atas. Selain itu, vaksinasi juga menyasar ibu hamil dan penderita penyakit kronis diabetes dan hipertensi.

Sesuai data DKK Sukoharjo hingga 10 September 2021, khusus untuk lansia, vaksinasi mencapai 54.920 orang (54,39%) untuk dosis pertama dan 40.883 orang (40,49%) untuk dosis kedua, dari target vaksinasi sasaran lansia sebanyak 100.972 orang.

Untuk vaksinasi petugas layanan publik, realisasi dosis pertama mencapai 55.369 orang (100,63%) dan untuk dosis kedua mencapai 29.843 orang (54,24%).

Untuk vaksin booster tenaga kesehatan (nakes) juga terus diberikan secara bertahap, dengan mempertimbangkan Kejadian Ikutan Pasca-Imunisasi (KIPI).

Vaksin booster sendiri sudah diberikan kepada 5.902 nakes (0,82%).

“Vaksinasi terus kami lakukan secara reguler di layanan kesehatan serta di sentra-sentra vaksinasi seperti Graha PGRI dan lainnya,” ujar Yunia.

Seperti diketahui, saat ini akumulasi kasus positif Covid-19 di Sukoharjo mencapai 14.144 kasus. Terdiri atas 12.257 kasus sembuh atau selesai isolasi mandiri (isoman), 1.292 kasus meninggal, dan 595 kasus aktif.

Untuk kasus aktif, terdiri atas 474 kasus isoman, enam kasus isolasi terpusat, dan 115 kasus menjalani rawat inap di rumah sakit.***

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *