Tanaman Buah-buahan Hijaukan Areal Obyek Wisata Pacinan

NEWS

Penulis: Supriyani
SUKOHARJO | inspirasiline.com

UNTUK mencegah bahaya longsor, erosi, dan banjir, areal Obyek Wisata Pacinan di Desa Gentan, Kecamatan Bulu dihijaukan dengan aneka tanaman buah-buahan, Jumat (15/10/2021). Penanaman dilakukan oleh Muspida dan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Sukoharjo.

Bupati Sukoharjo Etik Suryani di sela-sela penanaman pohon kepada wartawan mengatakan, penanaman pohon ini selain untuk penghijauan, juga untuk mengantisipasi turunnya kera liar ke permukiman warga.

Kera-kera liar itu memasuki permukiman lantaran sudah tidak ada makanan di habitat mereka, sehingga sangat meresahkan, karena merusak tanaman pertanian warga.

Bupati Etik Suryani menyampaikan, ada beberapa jenis bibit buah-buahan yang kami tanam saat ini seperti mangga, durian, alpukat, dan apel jawa.

Dengan tanaman ini, diharapkan jika nanti sudah tumbuh dan berbuah, bisa untuk persediaan makanan kera-kera liar itu agar tidak memasuki permukiman dan mengganggu tanaman warga. Sebab, serbuan kawanan kera liar itu sangat merugikan para petani, karena tanamannya ludes disikat mereka.

“Sengaja kami tanam bibit buah-buahan ini untuk memberikan persediaan makan bagi kera liar, agar tidak turun ke bawah mengganggu tanaman milik petani,” ujarnya.

Bupati Etik Suryani berharap, penghijauan dengan tanaman buah-buahan ini diharapkan tidak hanya dilakukan di Kecamatan Bulu saja, namun juga di kecamatan lain juga.

“Sebab, dengan penghijauan ini akan menciptakan paru-paru daerah, sehingga Sukoharjo menjadi seger dan sehat, Sukoharjo yang hijau atau go green,” imbuhnya.

Bupati Etik Suryani juga menyampaikan Obyek Wisata Pacinan akan mulai dibuka, setelah 18 Oktober 2021, dengan syarat pengunjung harus sudah divaksin.

“Kalau belum divaksin, pengunjung tidak boleh masuk ke areal taman wisata, dan prokes 5M tetap harus dipatuhi. Walaupun Sukoharjo sudah turun di Level 2, kami minta mayarakat jangan eforia, abai tidak menjaga prokes, dan memakai masker tetap merupakan harga mati,” tegas Etik Suryani.***

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *