Penulis Joko Widodo
Grobogan, inspirasilibe.com
Bupati Grobogan Hj Sri Sumarni memimpin apel siaga Gelar Pasukan Penanggulangan Bencana ,Tahun 2021/2022 di alun alun Purwodadi, Rabu pagi (3/11/21).

Pasukan gabungan yang terdiri dari TNI-Polri, Satpol PP, Pasukan Orange BPBD, PMI, Pramuka, PLN, Dunia Usaha dan para relawan itu berdiri rapi, dan mendapat pemeriksaan barisan oleh Bupati Grobogan selaku Inspektur Upacara.
Hadir pada kesempatan ini Forkompinda, Sekda , Kepala BPBD dan OPD terkait serta Dunia Usaha.
Dalam sambutannya, Bupati Grobogan mengatakan sudah menjadi siklus tahunan bahwa setiap memasuki bulan Oktober, terjadi peralihan musim dari kemarau ke penghujan. Puncak musim.penghujan diperkirakan jatuh pada bulan Januari dan Pebruari 2022.
Berdasarkan data bencana tahun 2021 di Grobogan terjadi banjir dan tanah longsor sebanyak 16 kali, angin kencang 11 kali. Potensi La Nina di Indonesia, lanjut Bupati , diprediksi terjadi pada bulan Oktober 2021 hingga Pebruari 2022 “Fenomena ini memicu peningkatan curah hujan, banjir dan banjir bandang, tanah longsor seperti yang terjadi tadi malam di desa Penganten dan Klambu” kata Bupati.
Untuk itu Bupati minta kepada Kepala BPBD, para Camat dan Kades agar tidak bosan melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait potensi bencana alam. Jika terpaksa harus terjadu, mereka tiak panik dan tentunya akan meminimalkan terjadinya korban, tambahnya.
Usai melakukan apel siaga tersebut, Bupati berkenan meninjau display petalatan penanggulangan bencana seperti kendaraan roda dua trail , peralatan selam, perahu karet dan mesin tempelnya, mobil pengangkut logistik bantuan Bank Jateng, mobil dapur umun Dinsos, serta mobil operasional BPBD Grobogan dan peralatan lainnya. ( jkw)
