Grobogan, Inspirasiline.com
Wartawan yang tergabung dalam Insan Pers Jawa Tengah (IPJT) Grobogan melakukan audiensi dengan Kabag Perekonomian Setda Grobogan Agus Budi Karyanta SPt, MM di Rumah Makan Soto Kudus, Getasrejo Grobogan pada Jumat siang ( 10/12/21)
Ketua IPJT Grobogan Mugiyono SH dalam pengantarnya menjelaskan audiensi ini merupakan agenda semesteran dengan tujuan menjalin silaturahmi dengan semua dinas, badan atau Organisasi Perangkat Daerah sekaligus sharing informasi terkait kondisi apapun dan menggali semua aspek, sehingga dalam penulisan berita diharapkan tidak terjadi miss, dan bila terjadi hal hal yang dirasakan janggal perlu dikonfirmasikan kembali dengan nara sumber dinas.

Sementara itu Kabag Perekonomian Setda Grobogan Agus Budi Karyanta yang mulai menjabat sejak 9 September 2020 menguraikan tupoksinya yakni membantu Sekretaris Daerah dalam mengkoordinir OPD- OPD di lingkup Kabupaten Grobogan di bidang perekononian secara umum, namun pertumbuhan ekononi, inflasi dan investasi. OPD itu adalah Dinas Koperasi, Disperindag, Dispertan, Dinas Ketahanan Pangan, Disnakkan. Dalam melaksanakan tugasnya , Agus dibantu 3 orang Kasubbag yang membidangi Sumber Daya Alam, Perekonomian, dan Pembinaan BUMD dan BLUD.

“Untuk urusan BLUD, kita punya 3 rumah sakit negeri dan 30 Puskesmas yabg sudah BLUD dan itu masih dihandel oleh BPPKAD. Sedangkan 6 BUMD yang agak menonjol jadi sorotan adalah PDAM ” kata Agus.
Agus menjelaskan di perusahaan daerah tersebut muncul beberapa permasalahan yang terkait dengan SDM, manajemen, alat dan bahan yang merupakan tinggalan pejabat lama, namun dengan pejabat yang baru ini setiap masalah yang ada dicoba untuk diatasi. Yang penting, sebuah perusahaan daerah seperti PDAM ini, harus bisa menunjukkan kinerjanya yang lebih baik sebab harus mengutamakan profit yang jelas.Agus tidak merinci permasalahan apa saja yang ada di tubuh PDAM itu “Kalian lebih tahu lah, yang jelas Direktur yang baru ini melakukan perbaikan perbaikan demi kebaikan institusinya” beber Agus.
Selain itu Agus juga menyinggung tentang Cukai Tembakau yang untuk tahun 2021 ini digelontorkan oleh Ditjen Bea Cukai melalui Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau (DBHCT). Pembagiannya disesuaikan PerMenkeu 206 th 2020 dimana 25% untuk kesehatan, 50% pemberdayaan masyarakat, dan 25% untuk penegakkan hukum. Dalam upaya penegakan hukum yang dibeayai dana cukai tembakau ini, Bagian Perekonomian Setda Grobogan bekerjasama dengan Satpol PP, Diskominfo, Disnaker, Disporabudpar.
Terkait upaya pemulihan ekonomi saat dan pasca pandemi, Agus mengatakan hal ini bukan saja tugas Pemda Grobogan melainkan seluruh pemangku kepentingan yakni Pemda, Swasta, Masyarakat, Pengusaha, dan Media dikenal dengan istilah Penta Helix. Agus bersyukur disini ada IPJT Grobogan yang peduli dengan masalah perekonomian. Untuk itu Agus berharap IPJT Grobogan bersama Pemda bisa ” ngroyok” bareng tugas dalam rangka percepatan pemulihan ekonomi. Apa yang bisa kita kerjakan secara optimal bisa kita sumbangkan untuk pemulihan ekonomi masyarakat Grobogan ini, pungkas Agus.
Sebelum para wartawan berfoto bersama sebagai akhir acara, mereka sempat melakukan tanya jawab yang menambah wawasan para awak media tersebut.(jokowi)
