Pati, Inspirasiline.com – Selama satu tahun, Januari-Desembera 2021, retribusi pasar di Kabupaten Pati berhasil memberi kontribusi atau menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 6,3 miliar.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten Pati, Santoso Hadi kepada media mengutarakan, capaian retribusi pasar sebesar itu sebenarnya agak meleset dari target yang dicanangkan.
“Target perolehan retribusi pasar se Kabupaten Pati tahun 2021 di patok Rp 7,5 miliar. Lantaran baru terealisir Rp 6,3 miliar, artinya baru mencapai 83 persen. Namun demikian, capaian itu cukup baik, karena tahun lalu masih ditengah pandemi covid -19,” terang Santoso Hadi.
Santoso Hadi menambahlan, dampak pandemi Covid-19. Terdapat sejumlah pedagang pasar menunggak retribusi akibat aktivitas jual belinya belum stabil. Selain itu ada penjual yang belum berdagang akibat kehabisan modal.

“Berdasarkan data selama pandemi pedagang di pasar kan terdampak, ada beberapa yang nunggak, dan ini sedang kita tagih,” ungkap Santoso Hadi.
Namun demikian, melihat capaian 80 persen serta kondisi ekonomi yang lebih menggeliat, Hadi yakin PAD dari retribusi pasar bisa lebih digenjot pada tahun 2022.
Untuk memudahkan pedagang pasar membayar retribusi, baru-baru ini Pemkab Pati telah mencanangkan program pembayaran retribusi los-los non tunai melalui bank daerah yang ditunjuk.
“Skema ini juga untuk meminimalisir kebocoran serapan retribusi dari oknum penarik retribusi,” tandasnya.
Dia menyebut ada tujuh pasar penyumbang tetribusi terbesar. antara lain, pasar Puri Baru, Pasar Kayen, Pasar Tayu, kemudian ada Pasar Juwana, Pasar Juwana Baru dan Pasar Perda. (Yon Daryono)
Ket gb.
Gubernur Jateng Ganjar Oraniwo saat meninjau Pasar Puri Baru Pati beberapa waktu lalu.

Thank you for every other informative website. The place else may just I am getting that kind of information written in such an ideal way? I have a undertaking that I’m just now working on, and I’ve been at the look out for such information.