Manusia Silver Purwodadi Grobogan Punya Cita -Cita Ingin Jadi Pengusaha Showroom

NEWS

Grobogan-Inspirasiline.com. Hidup itu harus dijalani dengan apa adanya dengan sambil berupaya bekerja, sehingga bisa menopang kehidupan. Yang jelas dalam menjalani kehidupan dan pekerjaan tidak ingin membebani orang lain.
Demikian sekilas pola pikir anak muda yang hidup menjalani pekerjaan di jalanaan.

Itulah sosok Eko Prasetyo (19) warga Nglejok Kuripan Purwodadi Grobogan dan Muh Acil (17) warga Grobogan yang akhir akhir ini setia berdiri kaku dengan cat silver memenuhi seluruh tubuhnya di perempatan Polres Grobogan. Dialah manusia silver satu satunya di kota Purwodadi Kabupaten Grobogan.

Eko dan Acil si manusia silver Purwodadi Grobogan tetap punya cita cita tinggi

Mereka berdua rela berpanas panasan dengan tubuhnya dicat warna putih perak (silver) hanya ingin mendapatkan sesuap nasi, dari belas kasih orang lain, meski kadang dipandang sebelah mata oleh sebagin orang.

Eko Prasetyo (19), si manusia silver menceriterakan kepada Inspirasiline.com akan kehidupan barunya itu, Senin (11/7/22)
Usai tamat dari sebuah SMK di kota Purwodadi, Eko mempunyai pikiran bagaimana bisa menperoleh pendapatan yang cukup dengan modal rendah. Akhirnya tidak sampai berpikir panjang. Dia meniru menjadi manusia patung dengan cat silver, seperti yang ada di kota kota seperti Semarang, Solo dsb.

Sejak 3 bulan yang lalu hingga sekarang, pekerjaan sebagai manusia silver dilakoninya.  Eko mengaku per hari dia menghabisksn cat warna silver 1 kaleng dengan harga Rp.25 ribu ” Modal saya ya keberanian, kemantaban, cuek dan 1 kaleng cat itu” katanya. Ketika seluruh tubuh dilaburi cat silver, sebenarnya dirinya merasa tidak nyaman sebab dia sadar, pori pori kulitnya tertutup cat.” Ya tubuh merasa panas dan.gerah mas, habis gimana lagi, itu yang harus saya lakukan” bebernya didampingi Acil, teman seperjuangannya. Cat silver nya, kata Eko, harus yang harga tersebut, sebab yang harga murah bisa menyebabkan gatal gatal di kulit.

Dalam sehari dia berdiri di tempat tugasnya, di perempatan traffic light Polres Grobogan, pagi hari jam 8 hingga 12, kemudian sore hari pada jam 15 hingga 18.00.

Ketika ditanya besar penghasilan per hari, Eko menjelaskan jika situasi ramai dan tidak hujan bisa mendapat uang Rp.100 ribu, namun kalau sepi dia masih dapat minimal Rp.10 ribu ” Yah, lumayan, setiap uang yang saya dapatkan tiap hari tetap saya syukuri itulah rejeki saya mas, yang penting tidak nyusahin orang tua” kata anak bungsu dari tiga bersaudara.

Meski saat ini kedua manusia silver Purwodadi itu gigih melaksanakan pekerjaannya yang cukup menantang di jalanan, keduanya tetap mempunyai cita cita ingin memiliki usaha sendiri yakni sebagai pengusaha jual beli motor ” Saya sadar mas, saya tidak akan selamanya bekerja seperti ini, saya ingin berusaha sebagai wiraswasta jual beli motor atau showroom ,mungkin perolehan dari kerja ini saya jadikan modal awal. Doakan yha” pinta Eko dan Acil.

Usai wawancara singkatnya, kedua manusia silver Purwodadi itu langsung menjalankan aksinya di perempatan polres Grobogan dengan berbagai gaya patung. (jokowi)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *