Jalan penghubung Kedawung – Sragen putus

NEWS

Sragen-Inspirasiline.com.  Jembatan jalan Dukuh Mlokolegi, Desa Celep, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Sragen Jumat (28/1/2022) dini hari ambrol. Akibat ambrolnya jembatan tersebut akses jalan penghubung dari arah Kedawung menuju Sragen Kota terputus. Dua pengguna jalan juga sempat terperosok hingga dilarikan ke rumah sakit.

Informasi yang diterima inspirasiline.com Sabtu (29/1/2022) ambrolnya jembatan di Dukuh Mlokolegi, Desa Celep itu terjadi sekitar pukul 02.30 WIB (Setengah tiga malam-red). Bersamaan dengan derasnya arus sungai akibat hujan yang mengguyur di wilayah itu.

Pada sore hari hujan deras terjadi di hulu dan sekitar sungai yang membuat arus air meningkat. Kondisi itu membuat pondasi tergerus dan tidak kuat lagi menyangga jembatan. Akhirnya dinihari jembatan roboh.

Kini akses jalan putus total. Kendaraan dan pejalan kaki tidak dapat melintasi lokasi itu. Warga terpaksa menempuh jalan memutar dengan jarak lebih jauh. Jembatan yang roboh itu memiliki lebar 3,5 meter, tinggi 6 meter dan panjang sekitar 6 meter. Kerugiannya masih dalam taksiran dinas terkait.

Usai ambrol ada dua pengguna jalan melintas di jembatan yang berada di dekat makam Dukuh  Mlokolegi itu terperosok. Fajar Yayan Mahardika (25) warga Dukuh Kajen, Desa Celep, Kecamatan Kedawung, dan Sunanti (53) warga Dukuh Sumberjo, Desa Wonorejo, Kecamatan Kedawung nyaris masuk ke aliran sungai.

Keduanya berkendara sepeda motor masing-masing. Kebetulan menuju arah selatan hampir bersamaan. Saat itu Sunarti hendak ke pasar untuk belanja dagangan sayur. Namun karena situasi masih cukup gelap, sekitar pukul 02.30 WIB dan jalan  menanjak, sehingga jembatan yang ambrol tidak terlihat. Saat di lokasi tak sempat melakukan pengereman, sehingga keduanya terperosok.

Fajar Yayan terkilir dan luka lecet di sekujur badan. Sedangkan Sunanti mengalami patah tulang pada kaki, dan tangan. Selanjutnya korban dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan penanganan medis.

Salah satu warga Dukuh Mlokolegi Sri Wahyuni (49)  menjelaskan, kejadian ambrolnya jembatan sekitar pukul 02.30 WIB. Kerusakan diduga karena arus banjir akibat hujan. “Sekarang akses putus total. Warga harus memutar kurang lebih 3 kilometer. Untuk kendaraan roda empat harus mutar lewat desa,” Ungkapnya.

Kepala Desa (Kades) Celep Agus Woyo berharap warga masyarakat untuk waspada mengingat intensitas hujan belakangan ini masih tinggi sehingga bisa saja memicu terjadinya longsor atau menghanyutkan jembatan.

“Lokasi di jembatan makam Dukuh  Mlokolegi, Desa Celep. Ambrolnya kurang lebih pukul 02.30 WIB ada laporan warga. Jam 02.00 WIB dapat info masih dilalui warga ke Pasar jembatan belum ambrol,” Ungkap Kades Agus Woyo.

Agus Woyo menyampaikan kemungkinan pondasi sudah lama retak. Lantas semakin tergerus oleh arus air yang deras.

“Sebenarnya sungai biasa, tapi kondisi jembatan yang sudah tua. Sudah lama lapor ke Pemerintah Kabupaten (pemkab) tapi situasinya keuangan pemkab belum memungkinkan,” Ungkap Agus Woyo

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD) Kabupaten Sragen yang tempat tinggalnya di Desa Pengkok, Kecamatan Kedawung Sugiyarto sampai berita ini diturunkan belum bisa dihubungi. ( Sugimin/17)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *