Tiga Desa Di Kecamatan Klambu Selenggarakan Lelang Tanah Kas Desa

NEWS

Grobogan, Inspirasiline.com. Menjelang berakhirnya musim tanam (MT) I tahun 2022 ini, 3 desa di kecamatan Klambu Grobogan melakukan pelelangan tanah kas desa. Tiga desa tersebut adalah Terkesi, Wandankemiri dan Jenengan.

Pelaksanaan pelelangan yang dihadiri petani penggarap tersebut berlangsung terbuka dan juga ada yang tertutup.
Seperti yang terjadi di desa Terkesi, Panitia membagikan formulir surat perjanjian yang nantinya diisi dan di tandatangani petani yang menyewa tanah bondo desa tersebut kemudian dikembalikan ke panitia pada hari itu juga, bila terjadi kesepakatan antara penyewa tanah dengan Panitia terkait harga sewa tanah maka surat perjanjiannya harus ditandatangani penyewa.

Makrub, Kades Wandankemiri Klambu

Kades Terkesi Munirul Khakim, SE ketika ditemui Inspirasiline.com menjelaskan dari luasan tanah kas desa sebesar 17,8 hektar dengan jumlah penyewa sebanyak 48 orang, hasil pelelangannya diharapkan bisa mencapai Rp 300 juta an, perolehan hari ini Rp. 248 juta . Lain lagi yang terjadi di desa Wandankemiri dengan Kadesnya Makrub. Di desa ini lelang tanah kas desa dilakukan secata terbuka dimana setiap persil di tawarkan harganya secara terbuka didepan calon penyewa. Disinilah terjadi tawar menawar antara Panitia Lelang dengan calon penyewa. Sedangkan Luasan tanah kas desa yang akan dilelangkan seluas 9.939 m2 dengan jumlah penyewa 26 orang. Hasil yang diharapkan Panitia Wandankemiri mestinya bisa diperoleh uang sekitar Rp 300 juta an, tetapi kenyataanya perolehan dari lelang tanah kas desa tersebut mencapai Rp. 128.800.000,-. Di desa ini ada aturan yang tidak membolehkan penyewa yang kemudian menyewakannya kembali lahan ke orang lain diluar desanya. ” Kalau kami tahu maka yang bersangkutan harus mengembalikan tanah kas desa yang disewanya dan uang sewa hangus.” tegas Kades Wandankemiri Makrub.

baca juga:  Vaksinasi Covid-19 Tak Capai 50%, PPKM Grobogan Tetap Level 3

Sedang pelaksanaan lelang tanah kas desa di desa Jenengan dengan luasan 34,8 hektar, hasil lelangnya mencapai Rp. 485 juta. Bila dibanding tahun lalu sebesar sekitar Rp.600 juta an, jumlah perolehan saat ini menurun, kata Kades Jenengan Ahmad Latif. Dia menyebutkan alasan kenapa perolehan saat ini menurun, karena ada penambahan perangkat desa nya sebanyak 6 orang, disamping itu hasil panen warganya kurang maksimal. Terkait aturan penyewaan tanah bengkok yang telah disewa warganya tetapi disewakan lagi kepada penggarap diluar desanya, Ahmad Latif menegaskan berdasarkan kesepakatan perjanjian bila ada warganya yang demikian, ia akan menariknya kembali dengan disertai denda 2 kali lipat harga sewa tanah bengkok bondo desa yang telah disepakati “Intinya tanah bondo desa ya harus disewa dan digarap petani Jenengan sendiri” tegas Ahmad Latif yang pernah bekerja tahunan di Korea Selatan. Uang hasil perolehan lelang bondo desa dari ketiga desa tersebut langsung masuk ke Bank BKK setempat untuk keamanan penyimpanannya.

Pelaksanaan pelelangan di tiga desa tersebut dihadiri oleh Babinsa dan Babinkantibmas masing masing desa. ( jokowidodo )

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *