Sragen-Inspirasiline.com. Ibu Kandung Tili, Waginem alias Ceblong (74) tahun Ibu kandung Tili sang penangkap buaya berkalung ban di sungai Palu merasa kangen setelah merantau sejak 2015 tidak ada berita, kini viral dan menghebohkan dunia karena ditayangkan berbagai televisi nasional, Vidio YouTube dan ditulis dimedia cetak.

Tili (35) nama aslinya Paiman, dilahirkan di Dukuh Pondok RT 19, Desa Kandangsapi, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen sejak Senin (7/2/2022) gempar setelah ditayangkan televisi dan ditulis di media cetak, bahwa Tili berhasil menangkap buaya berkalung ban, di Sungai Palu dibawah jembatan II Kalurahan Tatura, Kota Palu Sulawesi tengah, sehingga ibu kandungnya Waginem alias Ceblong teringat dan kangen.
Ibu kandung Tili, Waginem saat ditemui Inspirasiline.com Jum’at (11/2/2022) bercerita, anaknya itu dulu bernama Paiman, panggilannya Tili,merantau ke Sulawesi tengah, sejak tahun 2015 hingga sekarang tidak pernah pulang ke kampung kelahirannya.
” Saya juga tidak mengingat pada Tili, karena sudah 7 tahun tidak pulang dan tidak memberikan kabar apa apa, saya sontak ingat dan merasa kangen, saat Tili terkenal berhasil menangkap buaya berkalung ban, saya kan bangga anak saya Tili bisa menangkap buaya yang buas itu, lalu saya ingin anak saya Tili pulang tilik simbok (Ibu-red), meskipun tidak lama, tapi saya ingin sekali Tili pulang, karena simbok sangat kangen” Ungkap Waginem terbata-bata.
Kakak kandung Tili ,Tarumi (40) yang tinggal serumah dengan Ibunya juga kaget dan bangga kepada Tili adiknya yang mendadak menggemparkan dunia, atas keberhasilannya menangkap buaya berkalung ban, yang sudah lama, belum tertangkap meskipun mendatangkan ahli penangkap binatang buas dari Australia.
“KokTili, adik kandung saya berhasil menangkap buaya berkalung ban, saya kagum pada Tili.
Memang Tili merantau ke Palu Sulawesi tengah, sejak tahun 2015- an, sampai saat ini tidak ada kabarnya dan tidak pernah kirim surat ataupun menelpon tetangga atau teman yang memiliki handphone, jadi simbok (Ibu-red) dan keluarga lain ngerti keadaannya. Simbok tidak pernah cerita tentang anaknya Tili” Ungkap Tarumi menjelaskan.
Setelah ada kabar lanjut Tarumi, orang Sragen berhasil menangkap buaya berkalung ban, jadi viral di jagat Maya, bahkan melihat tayangan di televisi, ternyata wajah Tili adik saya, lalu warga masyarakat Dukuh Pondok RT 19, Desa Kandangsapi geger bersorak, wong pondok nangkep buaya berkalung ban neng sungai Palu (orang pondok berhasil menangkap buaya berkalung ban di sungai Palu).disitulah Simbok sontak eling dan kangen kepada Tili, bahkan simbok sempat ngomong.
” Lhe kowe ndang mulih niliki simbok, simbok wis tuwo, ndang mulih sedelo wae niliki simbok ( anaku kamu segera pulang tengok ibu, ibu sudah tua segera ditengok meski hanya sebentar-sebentar)” Ungkap Tarumi menirukan ibunya.
Salah satu tokoh masyarakat Jenar Joko Suharno (45) mengapresiasi Tili yang sangat berani bertaruh nyawa menyelamatkan seekor buaya berkalung ban, yang bertahun-tahun didak bisa ditangkap, bahkan warga Australia datang langsung ke lokasi tempat buaya hidup namun tidak membuahkan hasil.
“kok ini anak kampung pondok mampu menaklukkan hewan reftil yang tergolong hewan buas, ini keberanian yang luar biasa, ini harusnya masuk rekor dunia, dengan alat sederhana mampu menaklukkan buaya berkalung ban, hal ini menjadi pembicaraan publik bahkan dunia ikut mengakuinya bahwa Tili berhasil menangkap buaya berkalung ban, setidaknya Tili sudah berbuat baik untuk membebaskan kalung ban yang melilit di tubuh buaya malang tersebut, ungkap Joko Suharno kagum.
Senin (7/2/2022) baik dimedia cetak maupun elektronik memberitakan Seorang bernama Tili asal Sragen, berhasil menangkap buaya berkalung ban di sungai Palu, nama Tili dan asal daerah mendadak terkenal sampai di belahan dunia, Tili ternyata anak seorang buruh Tani asal Desa Kandangsapi, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen Provinsi Jawa Tengah.
“Tili sang penakluk buaya berkalung ban di sungai Palu Sulawesi Tengah’. Itulah judul disalah satu media.
Berbekal informasi Media itulah Inspirasiline.com mendatangi kediaman Ibu kandung Tili yang bernama asli Paiman. ( Sugimin/17)
