Dengan Dana Murni Desa, Jangkungharjo Kecamatan Grobogan Berhasil Bangun Pasar Desa Representatif

NEWS

Grobogan, Inspirasiline.com. Desa Jangkungharjo kecamatan Grobogan kabupaten Gribogan kini berhasil mendirikan sebuah pasar desa yang lebih representatif, dengan tujuan untuk membantu meningkatkan perekonomian warganya.
Demikian disampaikan Kepala Desa Jangkungharjo Purmianto kepada Inspirasiline.com disela sela kegiatan persiapan vaksinasi covid-19, Sabtu (26/2/22).

Pasar desa yang berdiri diatas tanah seluas 3000 m2 terdiri dari 48 kios dan 36 los itu dibangun dengan murni dana PAD desa Jangkungharjo “Betul mas, pasar itu kita bangun murni dana desa yang berasal dari desa sendiri, bukan Dana Desa yang berasal dari APBN” beber Purmianto dengan tegas.

Kepala Desa Jangkungharjo, Purmianto

Kata Purmianto, tanah yang dipakai untuk membangun pasar desa tersebut adalah tanah desa yang tidak produktif. Dalam pembangunannya yang telah diselesaikan sekitar bulan Juni 2021 lalu, pihaknya melakukan pengurukan tanah setinggi 1 meter lebih. Dengan dana sekitar Rp.3,8 Milyar, pemerintah desa berhasil membangun pasar tersebut.

Pasar desa itu dinamakan Pasar Ganggang desa Jangkungharjo. Disebut Ganggang, karena tanah yang ditempati itu merupakan tanah perbatasan antara Desa Jangkungharjo dan desa Temon sebelah utaranya ” Dulu tanah itu kan mbenggang (diantara-red), antara Jangkung dengan Temon sehingga sampai sekarang tempat itu disebut Ganggang” kata Zaenal warga sekirar pasar tersebut.

Purwadi dan Siti warga desa Jangkunghajo yang menempati pasar tersebut sejak Oktober 2021 sampai sekarang menuturkan dirinya mengadakan kontrak perjanjian dengan pihak desa atas dasar membeli kios dengan hak pakai selama 20 tahun kedepan dan harga nya sudah deal ” Saya sudah membeli secara tetap kios ini seharga Ro 62,5 juta dengan masa pakai 20 tahun” kata Purwadi yang berjualan pupuk dan obat obatan pertanian, begitu juga dengan Siti yang berjualan pakaian. Dirinya membeli kios lewat pemdes dengan masa pakai 20 tahun dan nantinya diperbarui lagi masa sewanya. Sedangkan los dibeli dengan hak pakai selama 20 tahun dengan harga Rp.17,5 juta. Kini semua kios dan los yang ada sudah laku terjual. Segala pengelolaan pasar Ganggang itu diserahkan kepada Bumdes Harjo Makmur Pemdes Jangkungharjo.

Tentang laku tidaknya barang dagangan yang dijual, kedua pemilik kios pasar Ganggang desa Jaungkungharjo itu mengaku masih sepi, ya satu dua pembeli pasti ada.

Terkait peresmian pasar Ganggang tersebut, Kades Purmianto menjelaskan secara lokal desa dan kecamatan, pasar tersebut sudah resmi dibuka. Namun pihak desa tetap menginginkan dibuka resmi oleh Bupati Grobogan, sokur bisa Gubernur Jateng.” Saya masih menunggu jadwal ibu Bupati untuk bisa meresmikan pasar Ganggang yang merupakan kebanggaan masyarakat Jangkungharjo itu” pungkas Kades Jangkungharjo, Purmianto. ( jokowidodo)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *