Sragen-Inspirasiline.com.
Aiptu Budi Wahono yang dihubungi Inspirasiline.com Sabtu (12/3/2022) pagi menceritakan, Rumah Peduli Yatim dan Dhuafa ini rutin menyalurkan bantuan kepada 60 warga Desa Somomorodukuh secara bergiliran setiap bulannya.

Selain itu memberikan pembinaan kepada anak yatim, mengupayakan beasiswa, dan membantu mencarikan lowongan pekerjaan bagi kaum papa sejak 2019.
Aksi sosialnya ini muncul begitu Aiptu Budi Wahono menjadi Bhabinkamtibmas hatinya terketuk ketika mendapati banyak warga rentan di wilayah kerjanya yang membutuhkan uluran tangan orang lain.
“Banyak warga yang kekurangan di sini, daerah miskin, terus saya mengumpulkan donasi dari keluarga saya. Saya belanja dan membagikan sendiri kepada warga,” Ungkapnya.
Namun, banyaknya kelompok rentan membuat Aiptu Budi Wahono kewalahan. Memperhatikan itu Aiptu Budi Wahino lmengumpulkan Perangkat Desa ( Perdes) bersama Babinsa untuk membentuk Rumah Peduli Yatim Dhuafa Desa Somomorodukuh.
“Tujuannya untuk mencari wajah Allah lalu yang kedua kami ingin memberikan wadah kepada anak-anak di sini,” Ungkap Aiptu Budi Wahono menjelaskan.
Upaya menggalang donasi dilakukan mulai dari kalangan polisi dan anggota TNI sampai warga umum melalui media sosial. Sejumlah donatur yang tidak dikenal memberikan bantuan.
Di lapangan, Aiptu Budi Wahono menemukan sejumlah kelompok paling rentan, yakni janda tanpa penghasilan memiliki anak lima, dan seorang lansia yang tinggal sendiri mengalami bencana rumah ambruk. Selanjutnya ada Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) namun tidak memiliki KTP. Sulit melakukan perekaman data kependudukan sehingga ODGJ tersebut tidak mendapatkan bantuan atau program pemerintah.
Ada pula seorang janda yang hanya berpenghasilan Rp400.000/bulan namun harus menghidupi seorang anak.
“Itulah hal-hal yang menyentuh kami karena anak yatim tidak dapat bantuan pemerintah. Padahal anak yatim butuh sekali kebutuhan untuk sekolahnya,” Ungkapnya.
Jumat (11/3/2022)!kemarin, Rumah Peduli Yatim dan Dhuafa ini membagikan paket sembako, peralatan mandi, dan sejumlah uang kepada sedikitnya 57 orang. Warga penerima bantuan dikumpulkan di Balai Rakyat RT 004 Desa Somomorodukuh.
Salah seorang penerima bantuan dari Rumah Peduli Yatim dan Dhuafa itu adalah seorang wanita lansia yang ditinggal meninggal suami namun harus menghidupi kelima anaknya Waginem (64)
Selain Waginem, ada 17 perempuan kepala keluarga miskin serta 42 anak yatim yang diundang untuk menerima bantuan.
Aktivitas sosial yang Aiptu Budi Wahono lakukan ini kadang dihadapkan pada tantangan, antara lain cibiran orang.
“Mau berbuat baik ada yang menghalangi. Yang penting enggak usah didengarkan,” ungkap Aiptu Budi Wahono.
Aiptu Budi Wahono membuka lebar-lebar pintu donasi bagi warga yang tergerak untuk membantu warga yang membutuhkan lewat Rumah Peduli Yatim dan Dhuafa Desa Somomorodukuh. Bisa menyalurkan donasi melalui rekening BRI 687901023993532 atas nama Rumah Peduli Yatim Dhuafa Desa Somomorodukuh atau menghubungi 085326312895. (Sugimin/17)
