Sragen-Inspirasiline.com. Paguyuban Pambiwara dan MC ( Pengayom) Kabupaten Sragen, mengelar ketoprak dengan lakon Damar Wulan wisuda secara virtual di Pendopo Joglo Dukuh Ngrowo Rt : 02, Desa Pilangsari, Kecamatan Ngrampal, Kabupaten Sragen Jum’at (11/3/2022) malam.
Hadir dalam pagelaran Ketoprak tersebut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Sragen, Suwardi, Musyawarah Pimpinan Kecamatan Muspimcan Ngrampal, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Sragen Budiono Rahmadi (Mas Brow), sejumlah Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sragen, para seniman ,serta warga Dukuh Ngrowo RT 02, Desa Pilangsari.

Sebelum acara dimulai Ketua Pengayom Kabupaten Sragen Suwarno Begog, memotong tumbeng sebagai simbol acara ulang tahun Pengayom ke V mulai digelar diserahkan kepada Kepala Disdikbud Sragen Suwardi.
Suwarno Begog mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah hadir untuk menyaksikan pagelaran ketoprak secara virtual.
“Kami memilih menggelar seni budaya ketoprak, dengan maksud untuk membangkitkan semangat para seniman di kabupaten Sragen melestarikan seni budaya Jawa ketoprak, agar tetap lestari, pagelaran ketoprak secara virtual ini dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Pengayom ke V, semua pemeran ketoprak seniman seniwati Se Kabupaten Sragen ” Ungkap Suwarno Begog menjelaskan.
Salah satu warga Desa Bener, Kecamatan Ngrampal Sragen Wagiyo yang hadir dalam pagelaran Ketoprak tersebut menyambut baik adanya pagelaran ketoprak secara virtual ini, karena seni ketoprak yang asli seni budaya Jawa sudah langka, dan sulit ditemukan.
“Seni Tradisional Jawa yang legendaris ini sudah tidak diminati kaum generasi muda sekarang ini, justru para seniman seniwati Kabupaten Sragen,masih mau melestarikannya, saya masih ingat kalimat Jawa yang berbunyi Rum Kuncoroning Bangsa Dumunung Haneng Luhuring Budaya, sebenarnya budaya itu bisa mengharumkan Bangsa ,dengan menggelar seni ketoprak ini salah satu wujud mencintai budaya mencintai seni tradisional yang kita miliki bersama ” Ungkap Wagiyo bangga.
Pagelaran virtual ketoprak secara virtual dalam rangka memperingati HUT Pengayom ke V cukup meriah meski sempat diguyur hujan,namun para penonton tetap menyaksikan hingga selesai, antusias warga cukup tinggi,karena seni tradisional ketoprak sudah lama tidak dipentaskan, jadi warga masyarakat, mendapat hiburan seni tradisional asli Jawa Tengah dan Jawa Timur,karena ceritanya bersumber dari Kerajaan Majapahit, semoga seni tradisional kethoprak mendapatkan perhatian dari Pemerintah Kabupaten Sragen.
Salah satu Tokoh Masyarakat Sri Wahono berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen melestarikan dengan cara membuka Sanggar seni kethoprak di setiap Kecamatan supaya berkembang dan menambah aset budaya dibumi Sukowati. ( Sugimin/17)

http://azithromycinca.com/# doxycycline 1000 mg best buy
doxycycline cheapest uk