Kadin Pertanian Grobogan, DR. Sunanto : Pupuk Bersubsidi di Grobogan Masih Aman

NEWS

Grobogan-Inspirasiline.com. Pupuk bersubsidi yang diluncurkan Pemerintah melalui PT. Pupuk Indonesia (Persero) dengan harga terjangkau guna mencukupi kebutuhan pupuk bagi petani merupakan upaya bagi peningkatan produksi pertanian khususnya padi.

Namun  ketika harga pupuk “dimainkan” oleh oknum tertentu dan terjadi kelangkaan pupuk bersubsidi di suatu daerah, sehingga petani di daerah tersebut mencari atau membeli pupuk bersubsidi  hingga keluar daerah asalnya, hal inilah yang memberikan kesan ” pupuk bersubsidi langka” , seolah hilang di pasaran. Kalau ini yang terjadi, petani pasti merugi gara gara ketersediaan pupuk terbatas, belum lagi masalah hama yang menyerang tanaman, petani dibuat pusing karenanya. Agar tidak timbul masalah terkait pupuk bersubsidi inilah, Pemerintah Daerah membentuk sebuah komisi pengawaaan, yakni KP3  (Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida) yang beranggotakan dari unsur Pemda, Kejaksaan dan Kepolisian  serta OPD Terkait.

Kepala Dinas Pertanian Grobogan, DR. Sunanto

Menanggapi dugaan kelangkaan pupuk bersubsidi di Kabupaten Grobogan,  Kadinas Pertanian Grobogan DR. Sunanto menjelaskan  kepada Inspirasiline.com bahwa Grobogan tidak mungkin ada kelangkaan pupuk bersubsidi, karena pusat melakukan dropping ke kabupaten Grobogan pada tahun 2021 lalu mencapai 54.000 ton pupuk urea bersubsidi  sedangkan tahun 2022 ini meningkat menjadi 64.000 ton pupuk urea “Saya yakin, pupuk bersubsidi di Grobogan tidak ada kelangkaan, justru malah lebih ” beber Doktor lulusan Undip 2016 itu.,  Rabu (23/3/22) Selanjurnya.

Hal ini disampaikannya saat menanggapi adanya isue dugaan terjadinya kelangkaan pupuk bersubsidi di wilayah desa Jipang Penawangan dan Karangrayung, dimana kelompok tani yang ada sudah setahun tidak pernah dikirim pupuk subsidi dari pengecer, akibatnya mereka ramai ramai membeli pupuk bersubsidi dari wilayah diluar Kabupaten Grobogan yakni di wilayah Gadoh Juwangi Kabupaten Boyolali.

Lebih lanjut Sunanto menjelaskan, mulai Januari 2022 dinasnya meluncurkan aplikasi yang memudahkan para petani melihat jatah pupuk subsidinya masingnmasing. Aplikasi tersebut bisa diakses melalui internet dan ketuk e.rdkk.dispertan.grobogan.go.id

“Jadi, setiap petani begitu ketik aplikasi itu, dan langsung mengisii NIK nya , akan segera keluar data kebutuhan pupuk subsudinya masing masing petani” ungkapnya. Kalau petani tersebut memiliki  jatah sesuai di aplikasi tetapi menerima pupuk subsidi dari pengecer dengan jumlah yang kurang, ya segera minta kekurangannya ke pengecer tersebut,  imbuhnya.

Sunanto menegaskan distribusi pupuk subsidi dari distributor ke petani selalu terawasi,bila petani membutuhkan pupuk tinggal lapor dan hubungi petugas penyuluh petanian terdekat.

Terkait tupoksi pertanian, Sunanto menjelaskan pihaknya hanya memfasilitasi petani dalam memperoleh dan menyediakan  pupuk subsidi, kalau masalah Distributor dan pengecer bukan wewenangnya, namun hal itu merupakan urusan Disperindag.

Menyinggung penggunaan Kartu Tani yang menjadi syarat petani dalam memperoleh pupuk subsidi, menurut Sunanto saat ini bisa menggunakan KTP, tidak perlu dengan Kartu tani tersebut.

Kadin Pertanian itu menambahkan dengan alasan keterbatasan dana, Komisi IV DPR RI merekomendasikan kepada Kementan Ri per Juli 2022 nanti agar jenis pupuk bersubsidi dikurangi 3 jenis yakni ZA, SP36 dan Organik cair, sedangkan Urea, NPK dan organik padat tetap diadakan.”Tampaknya keputusan itu masih ditinjau ulang kok, Komisi IV bimbang usai mendapatkan masukan tentang pupuk tersebut” ungkapnya.

Untuk menyikapi permasalahan yang ada saat ini terkait  pupuk subsidi, Sunanto memberikan 3 solusi terbaik yakni pertama, petani harus menggunakan pupuk secara efisien, artinya penggunaan Urea tidak harus berlebih sehingga menjadikan daun berwarna hijau tua, yang penting hijau. Kedua, gunakan pupuk NPK pada tahap pemupukan ke tiga, setelah pemupukan pertama dan kedua dengan Urea. Ketiga, Gunakan pupuk organik sebagai campuran agar unsur hara dalam tanah  tetap terpelihara.

” Pada prinsipnyya pupuk subsidi yang ada di Grobogan saat ini aman dan  tidak boleh ada yang keluar dari Grobogan  karena untuk mencukupi kebutuhan petani kita. Ingat, Grobogan merupakan penyangga padi, jagung dan kedelai nomer satu di Jateng” pungkasnya. ( joko widodo)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *