Desain Rute Rencana Proyek Jalan Tol Demak-Tuban Di Rembang Berubah

NEWS

Rembang-Inspirasiline.com. Hasil survei terkini, desain rute rencana proyek jalan tol Demak-Tuban di Rembang mengalami perubahan dan dimungkinkan akan banyak melewati kawasan perkotaan.

Salah satunya adalah Perumahan Puri Mondoteko, Desa Mondoteko, Kecamatan Rembang, terancam tergusur oleh proyek tersebut.

Ada 4 wilayah Rukun Tetangga (RT) di sana yang direncanakan menjadi rute tol, salah satunya adalah di Perumahan Puri Mondoteko.

Jauh sebelum terancam tergusur tol, Nilai Jual Objek Pajak (BJOP) tanah di sana sudah cukup tinggi.

Bisa jadi harga akan kembali melonjak tinggi jika rute tol Demak -Tuban di Rembang sudah final dan tidak ada lagi perubahan.

Sekretaris Desa (Sekdes) Mondoteko, Yusnaedi mengungkapkan, NJOP di Mondoteko berkisar antara Rp 1 juta sampai Rp 2 juta per meter. Hal itu tergantung kondisi dan lokasi.

“Memang NJOP tanah di Mondoteko tinggi, Kawasan Perumahan Megah Asri saja, tepi jalan Rp 2,5 juta per meter,” terang Yusnaeni.

Ia menyebutkan, tim survei jalan tol yang datang ke desanya melakukan pendataan ke sejumlah titik.

Menurutnya, data yang dihimpun tim survei dari Semarang itu antara lain menyangkut pemilik tanah, luas tanah, nama pemilik bangunan, keluarga pemilik serta data kependudukan lainnya.

“Mulanya, petugas survei juga mau minta SPPT. Namun, saya tolak,” terang dia.

Ia menegaskan, tidak bermaksud menolak proyek nasional tol Demak – Tuban di Rembang.

Namun, ia meminta agar perencanaan dilakukan secara matang, tidak asal-asalan.

“Kalau perencaaan awal tidak matang, khawatir terjadi konflik di tingkat bawah. Kalau budget rute tol di Mondoteko mahal, mending melintasi kawasan lain saja,” pungkasnya.

Kades Sendangagung, Kecamatan Kaliori, Inayah saat dimintai tanggapan juga membenarkan bahwa ada perubahan rute rencana jalan tol Demak – Tuban.

“Beberapa waktu lalu ada sejumlah orang melakukan pengukuran di wilayah desanya. Secara teknis saya tidak tahu petsis perubahan rute tersebut. Namun menurut yang saya dengar, rute terpaksa di rubah karena ada kendala nonteknis yang jika dipaksakan justru akan mengganggu pelaksanaan proyek,” terang Inayah.

Seperti di ketahui, untuk mengurangi kepadatan arus lalin lintas pantura Semarang – Surabaya, pemerintah akan membangun proyek jalan tol Demak – Tuban sepanjang sekitar 175 km.

Proyek tersebut akan melintasi lima kabipaten. Yakni Demak, Kudua, Pati, Rembang dan Tuban Jatim. (Yon Daryono)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *