Sragen-Inspirasiline.com. Penurunan jangkauan latihan, pengurangan jumlah dan pengurangan akibat pandemi Covid-19 serta merebaknya kasus PD3I (Penyakit yang dapat dicapai dengan latihan seperti campak, rubela dan difteri) dibeberapa wilayah maka upaya yang dilakukan selain latihan, tentunya penting melaksanakan pemberian tambahan dan latihan kejar guna menutup penjagaan dimasyarakat.
Upaya tersebut diaktualisasikan melalui kegiatan dimulai Pencanangan Imunisasi Kejar menyonsong Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) yang dicanangkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo serta peluncuran Aplikasi Paijo GR secara maya di Gedung Gradhika Bakti Praja Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Jawa Tengah (Prov Jateng) Kamis (2/6/2022)
Turut mendampingi acara tersebut Ketua TP PKK Prov Jateng Atiqah Ganjar Pranowo, perwakilan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Prov Jateng, Kepala Dinas Kesehatan Prov Jateng Yunita Diah Suminar, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dan Ketua Forum Anak Jawa Tengah.
Wakil Bupati (Wabup) Sragen H. Suroto, Perwakilan Forkopimda Sragen dan Kepala OPD terkait seperti Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen, Dinas P2KBP3A Kabupaten Sragen, serta Forum Anak Sukowati (FORASI) mengikuti pencanangan secara virtual di ruang Command Center Setda Sragen.
Kepala Dinas Kesehatan Prov Jateng Yunita Diah Suminar dalam laporannya menyatakan, kegiatan yang perlu dilakukan karena pada masa pandemi ada sejumlah 1,7 juta anak di Indonesia belum mendapatkan teknik dasar lengkap seperti BCG, Campak. Polio, DPT dan Hepatitis. Selanjutnya untuk menyongsong BIAN yang menetapkan Bulan Agustus untuk Pulau Jawa dan Bali, dan mengejar MR, saat ini di seluruh Kabupaten/Kota telah mulai bergerak melalukan persiapan melalui perencanaan mikro dengan target sasaran sebanyak 2.069 juta anak.
meminta patisipasi dan bantuan seluruh komponen di Prov Jateng mulai dari Forkopimda, Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota, Fasilitas kesehatan dan bantuan dari Organisasi Profesi serta Tim Penggerak PKK, Organisasi keagamaan untuk bergerak bersama agar target di Jawa Tengah tercapai.
Yunita Diah Suminar menjelaskan, yang menjadi perhatian saat ini adalah Hepatitis akut yang masih belum diketahui penyebabnya. Perlu diwaspadai bersama maka agar tetap melakukan edukasi, pola hidup bersih dan menjaga protokol kesehatan (prokes)
Dinas Kesehatan Prov Jateng baru saja membuat aplikasi berbasis android PAIJO GR dengan akronim Peningkatan Akses Layanan dan Informasi Kesehatan Jateng Online dengan Gotong Royong. Aplikasi Layanan Kesehatan yang terintegrasi dengan layanan Ecohold, 5Eng, PMI dan PEC 119 salah satu tujuannya adalah untuk meningkatkan akses layanan darurat sehari-hari seperti kecelakaan, bencana dan ibu. Harapannya mampu menekan angka kematian Ibu dan mencegah kasus stunting.
Menurut Gubernur Ganjar Pranowo, saat ini anak-anak tengah menghadapi situasi yang sulit karena munculnya wabah penyakit yang menjangkiti.
“Saya nderek titip khususnya para orangtua jaga anak-anak kita. Selama masa pandemi kita belajar cuci tangan sudah menjadi kebiasaan. Jangan luntur lagi. Jaga gaya hidup bersih sehat. Kita sukseskan program ini karena kita tidak tahu penyakit apa yang akan muncul. Anak-anak kita prioritaskan untuk kita lindungi.”Ungkap Ganjar Pranowo berpesan
Sementara itu Sekretaris DKK Sragen Fanni Fandani mengatakan, Pencanangan BIAN di Kabupaten Sragen dilaksanakan secara bersamaan pada Kamis (2/6/2022) yang dilakukan di dua tempat yakni Puskesmas Kalijambe dan Puskesmas Karangmalang. Dengan sasaran kejar anak usia 12-59 bulan yang belum lengkap seperti OPV, IPV dan DPT-HB-Hib. Sedangkan untuk Imunisasi BIAN bagi anak 9-59 bulan. Dengan estimasi 48.854 anak.
Fanni Fandani menambahkan kegiatan BIAN termasuk 2 kegiatan diantaranya Iminusasi Tambahan yaitu mempersembahkan satu dosis karya campak rubela tanpa memandang status karya sebelumnya. Dan Imunisasi Kejar yang berupa pemberian satu atau lebih pekerjaan untuk melengkapi status dasar maupun lanjutan anak yang belum menerima dosis vaksin sesuai usia.
“Pelaksanaan latihan kejar dapat terus dilakukan sesuai interval sampai status balita lengkap meskipun kegiatan BIAN telah selesai.” Ungkapnya. ( Sugimin/17-Release Diskominfo Sragen)
