Prehatin Masih Minimnya Guru BK, Banyak Tantangan Menghadang

NEWS

Sukoharjo-Inspirasiline.com. Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia (ABKIN) propinsi Jawa Tengah melantik 32 orang pengurus ABKIN tingkat kabupaten Sukoharjo  di Univet Bantara Sukoharjo pada Kamis  (2/6/2022). Yang diawali dengan pembacaan SK kepengurusan dilanjut pelantikan oleh ketua ABKIN Jateng Tri Leksono.

Sesuai SK PD ABKIN no: 03/SK/PD. ABKIN/33/V/2022  Suliyah, MBA dilantik sebagai ketua ABKIN tingkat Kabupaten Sukoharjo pereode 2022-2026 dan 31 orang pengurus lainnya yang terdiri wakil Ketua Pitoyo Ari Wibowo, sekretaris Nurul Arifianti, wk sekretaris M. Arief Maulana, bendahara Rita Kulamasari, wk bendahara Titik Tri Widati, bidang riset dan inovasi Bambang Susanto, bidang jurnal dan publikasi Mahmudah Dewi Edmawati, bidang pengabdian dan kerjasama Tri Widati, bidang organisasi dan pengembangan Aldila Fitri Radite Nur Maynawati, dan bidang usaha dan advokasi Moh. Sopyan Wahyudi masing-masing beserta anggotanya.

Pelantikan pengurus PC ABKIN Sukoharjo

Suliyah sebagai ketua terpilih yang didampingi Pitoyo Ari wibowo ditemui wartawan usai pelantikan mengatakan  bahwa ABKIN di Sukoharjo ini bukan kali pertama terbentuk namun saat ini sudah yang ke-3 kalinya dan ibu Suliyah ini sudah pereode ke-2 dalam kepemimpinannya, ungkap Pitoyo.

Lebih lanjut Pitoyo sampaikan ABKIN ini anggotanya terdiri dari guru BK dari jenjang SD – Perguruan Tinggi, dan di organisasinya ada Musyawarah Guru Bimbingan Konseling (MGBK).  Namun yang menjadi keprehatinan masih sangat minimnya guru BK, belum lagi ada beberapa guru BK yang sudah memasuki purna tugas/pensiun itu juga menjadi problem, dan kendala yang krusial yang dialami guru BK tidak mendapatkan jam mengajar padahal guru BK itu sangat penting terutama jika terjadi permasalahan dikalangan sekolah baik yang dialami guru maupun siswa.

Penyerahan SK oleh ketua PD ABKIN Jateng

“ Sangat prehatin di Sukoharjo guru BK masih sangat minim, dan beberapa guru BK sudah memasuki purna tugas, namun dengan kerjasama yang baik dari berbagai bidang jika terjadi permaslahan bisa teratasi,”ungkap Pitoyo.

Suliyah menambahkan sebagai ketua terpilih pihaknya siap action tancab gas untuk membuat gebrakan dan program-program kedepan demi kemajuan termasuk sekarang yang gencar didengung-dengungkan adanya kurikulum merdeka yang mana didalamnya peran guru BK sangat diperlukan. Kami akan selalu koordinasi minimal sebulan sekali mengadakan pertemuan agar program-program yang telah disepakai bersama bisa terealisasi.

“ Usai dilantik kami siap action menyusun program-program kedepan untuk kemajuan dengan mengikuti kurikulum yang ada, seperti kurikulum merdeka belajar yang saat ini sedang digencarkan Mendikbud,” ujar Suliyah.

Foto-bersama-setelah-pelantikan

Ditanya soal idealnya guru BK, untuk satu orang guru membawahi minimal 150 murid, namun dalam kenyataannya masih jauh dari cukup, untuk kebutuhan guru BK hingga saat ini bisa sedikit teratasi dengan adanya guru P3K  dan sekarang sudah mulai ada kemajuan dan perkembangan guru BK sudah mendapatkan jam mengajar minimal 2 jam perminggu bisa masuk kelas sehingga secara langsung bisa memberikan bimbingan yang lebih mengena.

Sementara itu Bambang Susanto yang membidang riset dan inovasi mengatakan bahwa tren perkembangan masyarakat  sekarang ini masuk era di 4.0 / discribtion, maka bidang inovasi dan riset akan siap mengantisipasi dan mengikuti perkembangan jaman, untuk memasuki dunia kerja kita harus menyiapkan kemampuan diri minimal 4 C ( creativitas, inovasi, comunikasi, colaborasi) masih ditambah lagi kompetensi dan kepedulian masyarakat.

Lanjut Bambang maka peserta didik atau calon tenaga kerja harus membekali diri dengan kemampuan yang diselaraskan dan mengacu kepada perkembangan jaman. Yaitu menyelaraskan antara kebutuhan didunia kerja saat ini dengan kurikulum merdeka belajar. Kita dibidang riset harus bisa memberikan bimbingan yang menyangkut riset dan inovasi agarpeserta didik atau calon tenaga kerja mampu bersaing didunia kerja.

“ Di era discribtion 4.0 peserta didik atau calon tenaga kerja harus bisa membekali ini agar mampu bersaing di dunia kerja. hal ini tak luput dari peran guru BK untuk membimbing menuju kearah tersebut, “ ucap Bambang. (Prie)

Bagikan ke:

1 thought on “Prehatin Masih Minimnya Guru BK, Banyak Tantangan Menghadang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *