Perhutani Telawa Laksanakan Sosialisasi Penjarangan Tanaman Hutan

NEWS

BOYOLALI (inspirasiline.com) Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Telawa melaksanakan kegiatan penyegaran sosialisasi penjarangan tanaman hutan. Materi kali ini berfokus pada teknik pemeliharaan hutan melalui pembuatan Petak Coba Penjarangan (PCP), yang dilaksanakan di ruang rapat KPH Telawa, pada Rabu (22/07/2026).

Kegiatan sosialisasi diikuti Kepala Sub Seksi (KSS) Tanaman dan KSS Perencanaan , jajaran Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan KPH Telawa, Kepala urusan Teknik Kehutanan dan Tata Usaha, mandor RKP, perwakilan LMDH.

Administratur Perhutani KPH Telawa, Titus Aryanto dalam sambutannya menyampaikan, bahwa penyegaran penjarangan tanaman hutan ini sangat penting agar pelaksanaan penjarangan yang akan dilakukan di lokasi rencana pemeliharaan penjarangan dapat berjalan efektif dan sesuai prosedur teknis.

“Penjarangan dilakukan untuk memperoleh tegakan tinggal yang sehat dengan kualitas yang baik pada akhir daur”. Ujar Titus
Kepala Seksi Madya Perencanaan dan Pengembangan Bisnis, Kriswantoro menyampaikan tujuan penjarangan memelihatra pohon-pohon yang terbaik pada tegakan pada akhir daur akan diperoleh tegakan hutan yang memiliki massa kayu yang besar dan berkualitas sehingga memberikan penghasilan sela dan optimal selama daur sesusai Prosedur Kerja PK-SMPHT.02.1-009.
Ia juga menegaskan bahwa silvikultur merupakan ilmu, teknologi, dan seni dalam membina serta mengelola ekosistem hutan, meliputi pembenihan, pembibitan, penanaman, pemeliharaan, perlindungan, dan pemantauan hutan baik di hutan alam maupun hutan tanaman.

“Penjarangan hutan adalah tindakan silvikultur yang bertujuan menghasilkan tegakan sehat dan berkualitas pada akhir daur. Hasil kayu dari penjarangan bukan tujuan utama, tetapi merupakan hasil antara dalam rangka pembinaan tegakan. Dengan penjarangan menciptakan ruang tumbuh yang optimal akan memacu pertumbuhan diameter dan tajuk lebih cepat bagi tegakan tinggal” katanya.

Perwakilan tenaga bantu yang selalu dilibatkan dalam kegiatan pemeliharaan penjarangan yang turut diundang Ketua LMDH Rekso Wono desa Ngaren, Supardi menyambut baik kegiatan tersebut dan menegaskan dengan sosialisasi ini masyarakat semakin paham pentingnya tindakan silvikultur tanaman hutan untuk menghasilkan tegakan tinggal dengan kualitas baik diakhir daur.

“Kami merasa terbantu dengan adanya penyegaran ini menambah pengetahuan anggota LMDH, khususnya dalam kegiatan penjarangan di lapangan. Harapannya, kegiatan ini bisa meningkatkan produktivitas hutan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar,” ujarnya. (jk/W3P)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *