Sragen-Inspirasiline.com.
Kegiatan berlangsung selama 13 jam selain sebagai ajang silaturahmi para pekerja seni, juga untuk memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Sragen ke 276.
Komunitas itu berkolaborasi bersama dan setiap komunitas diberi waktu 2 jam untuk tampil.
Wakil Bupati (Wabup) Sragen, H Suroto mengapresiasi adanya festival campursari tersebut. H Suroto mengakui, bahwa Campursari Sragenan merupakan salah satu kebanggaan warga Sragen.
“Ini wadah dari segala bentuk seni. Dari tradisional, karawitan, pop, dangdut. Dengan adanya Festival Campursari yang disiarkan secara live streaming ini kita semua bisa benar-benar merasakan khasnya seni wong Sragen,” Ungkap H Suroto ketika memberikan sambutan pada Pembukaan Nabuh bareng Seniman di Halaman Gedung SMS Sragen Sabtu (4/6/2022) lalu.
Meski sempat terhenti 2 tahun akibat pandemi Covid-19, Wabup H. Suroto mengajak para seniman Campursari Sragen kembali mempopulerkan kesenian Jawa yang sudah ada ditengah masyarakat.
“Dengan situasi yang sudah melandai ini, mari kita kembali bersama untuk mempopulerkan kesenian jawa khususnya campursari Sragenan yang sudah ada ditengah masyarakat Bumi Sukowati dan bahkan tingkat Nasional,” Ungkapnya.
“Meskipun ini lebih dari tanggal 27 Mei, Alhamdulillah masih handarbeni dengan keadaan yang terbatas, Kami Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya,” Ungkap H.Suroto mengakhiri sambutannya.
Koordinator Panitia Nabuh Bareng Seniman Campursari Sragen, Joko Pitono, mengungkapkan acara ini dilakukan secara mendadak karena hanya persiapan selama sepekan.
“Dalam waktu singkat saya mencoba kontak teman-teman komunitas dan ternyata ada 14 komunitas campursari yang bergabung,” Ungkap Joko Pitono dalam laporannya.
Joko Pitono mengatakan, kegiatan ini juga untuk mempererat silaturahmi antar seniman setelah terdampak pandemi Covid-19 selama dua tahun.
“Hiburan ini gratis untuk masyarakat mulai pukul 09.00 WIB sampai 22.00 WIB” Ungkap Joko Pitono menjelaskan.
Dikatakan, anggota komunitas seniman di Sragen bisa mencapai seribuan orang. Komunitas drummer saja memiliki 80 anggota. Sementara anggota komunitas penyanyi campursari bisa sampai 200 orang.
“Pentas ini juga sekaligus menjadi ajang silaturahmi Para seniman yang berasal dari berbagai lantar belakang kemampuan seni. Seperti drummer, penyanyi, master ceremony (MC), gitar, Komunitas Combas, Komunitas Stakduts, Skeco, Kodrad, Sendang, Keris, Subasa, Sarde, Pavssi, dan seniman campursari lainnya,” Ungkapnya memaparkan. (Sugimin/17-Release Diskominfo Sragen)
