Temanggung-Inspirasiline.com. Panen Karya Projek Profil Pelajar Pancasila Program Sekolah Penggerak SD Negeri Bulu Kabupaten Temanggung, dikemas dalam kegiatan GEMPPITA atau Gelar Masa Panen Proyek Inovasi Kita. Sebagai pelaksana proyek inovasi di sekolah penggerak adalah kelas I dan Kelas IV, tetapi didukung seluruh kelas menampilan karya inovasinya dan digelar di ruang pamer karya inovasi.
Kepala Sekolah SD Negeri Bulu Samiyati mengatakan, kegiatan tersebut merupakan penjabaran dari Program Merdeka belajar yang digulirkan Kemendikbudristek. Tema yang dipilih terkait dengan pelestarian lingkungan hidup yaitu pengelolaan sampah menjadi barang berharga yang disentuh dengan kreatifitas siswa.

“Sampah dipilah oleh siswa, yang tidak bisa didaur ulang akan dikirim ke tempat pembuangan sampah, yang bisa dimanfaatkan untuk berkreasi akan di buat bahan pembuatan aneka kerajinan inovatif, seperti limbah tas kresek jadi hiasan bunga, kardus bisa jadi wayang, mobil mainan, sedotan minumanpun bisa jadi tangkai bunga hias”, tandasnya.
Salah satu gagasan Kemendikbudristek dalam rangkaian Program Merdeka Belajar adalah “Guru Bergerak Indonesia Maju”. Guru merupakan garda terdepan pendidikan, oleh karenanya Kemendikbudristek mencanangkan Program Guru Penggerak, Sekolah Penggerak dan Profil Pelajar Pancasila.
SD Negeri Bulu merupakan salah satu dari 15 Sekolah Penggerak di Kabupaten Temanggung. Serangkaian kegiatan Sekolah Penggerak diarahkan untuk pembentukan Pelajar Pancasila yang gaungnya terus dikumandangkan melalui lagu-lagu profil pelajar Pancasila.

Camat Bulu Panca Pastiyanto memberikan apresiasi atas kreatifitas guru dan siswa SD Negeri Bulu. “Pemanfaatan dan pelestarian Sumber Daya Alam (SDA) sebagai asset lingkungan Sekolah sudah dimanfaatkan dengan baik dengan inovasi penanaman aneka sayuran dan tanaman hias. Ini bisa menjadi contoh bagi siswa lain di sekolah yang belum menjadi Serkolah Penggerak”, ungkapnya.
Sementara itu Koordinator Dinas Dikpora Kecamatan Bulu Ifa Pratisna menyampaikan, program ini telah dipraktikkan secara nyata melalui proyek inovasi sekolah dengan memanfaatkan aset lingkungan sekolah untuk menumbuhkan keterampilan 4C (Critical Thinking, Creativity, Collaboration, Communication) pada murid melalui outdoor study. “Saya memberikan apresiasi juga pada kreatifitas siswa membuat wayang dari kardus, hal ini merupakan upaya pelestarian budaya adiluhung dunia pewayangan Indonesia”, tandasnya.
Kepala Dinas Dikpora Kabuapten Temanggung Agus Sujarwo mendorong semangat guru dan siswa untuk terus berkreasi dan berinovasi. Selain mengembangkan kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kognitif, Sekolah Penggerak juga diharapkan meningkatkan karakter dan keterampilan siswanya.
“Pengembangan Karakter berbasis siswa kreatif dan guru kreatif bertujuan untuk mengembangkan karakter terampil, mandiri, dan berpikir ekonomi kreatif sebagai salah satu perwujudan Profil Pelajar Pancasila dimana salah satu tahapanya adalah pembelajaran wirausaha membangun karakter pelajar Pancasila”, tandas Agus Sujarwo.
Sekolah Penggerak diharapkan dapat menjadi katalis perubahan pendidikan di daerahnya dengan cara menggerakkan komunitas belajar di sekolah dan di wilayahnya, menjadi contoh kreatif bagi sekolah lainnya dalam hal pengembangan pembelajaran di sekolah, mendorong peningkatan kepemimpinan murid di sekolah, membuka ruang diskusi positif dan ruang kolaborasi antar guru dan siswa.
Kegiatan panen karya inovasi ini juga menginspirasi para pendidik di sekolah lain yang perwakilannya juga diundang untuk hadir dalam acara GEMPPITA di halaman SD Negeri Bulu dengan suguhan berbagai penampilan kesenian dari siswa setempat. (Budhy HP)
