Grobogan-Inspirasiline.com. Sebuah kejadian yang seharusnya tidak perlu diketahui orang lain, terpaksa diketahui orang lain termasuk wartawan.
Kejadiannya menyangkut keluarga sendiri dimana kakak beradik yang nota bene keduanya telah diberi surat keputusan ( Kekancingan) dari Kraton Surakarta Hadiningrat untuk menjaga dan memelihara makam Ki Ageng Selo dan masjid yang berada di dalam komplek pemakaman tersebut. Kakak bernama Abdul Rokhim dengan gelar KRT Rokhim Rekso Hartono, jabatannya sebagai juru kunci makam Ki Ageng Selo kabupaten Grobogan, sedangkan Abdul Rozak sang adik bergelar Mas Lurah Abdul Rozaq Hastono Lumakso yang diberi tugas memelihara kebersihan (resik-resik) makam di Selo. Rokhim dan Rizaq adiknya sejak 1992 sepeninggal ayahnya, ia dinobatkan sebagai petugas juru kunci makam Ki Ageng Selo sampai sekarang, dimana kepemilikan tanah makam adalah Kraton Surakarta.

Keduanya, kakak adik tersebut terlibat dalam persoalan “perebutan” kotak donatur yang diisi oleh peziarah makam. Padahal kotak donatur itu, sudah disediakan sejak dulu oleh Rokhim yang bermanfaat untuk menggaji pegawai yang mengurusi makam terkenal itu. Rokhim mengatakan tau tahu, adik saya Rozaq menduduki bangsal masuk makam dan membawa buku tamu sendiri, padahal sebelumnya sudah disediakan Rokhim selaku juru kunci. Selanjutnya, Rozaq meminta peziarah untuk mengisi buku tamu dan meminta sejumlah uang serta kepada setiap peziarah ia selalu menunnjukkan SK atau kekancingannya bahwa dirinyalah juru kunci makam yang asli. Hal itu berlangsung sudah dua bulan, dan uang dari kotak amal donatur dipergunakan untuk kepentingan sendiri. Hal ini sudah terjadi 4 kali, sehingga kejadian ini sudah yang kelima kali, kata Rokhim, Selasa (5/7/23) Dari peristiwa tersebut, diakui Rokhim ada unsur pemerasan dan intimidasi dari Rozaq adiknya ke para peziarah.

Untuk itu Rokhim sebagai juru kunci yang diakui melaporkan kejadian ” kudeta” yang dilakukan adiknya itu ke Kraton Surakarta.

Kamis 30 Juni rombongan Kraton mendatangi makam, langsung melakukan tindakan paksa untuk mengamankan Rozaq, serta membawanya ke Polsek Tawangharjo.
Kapolsek Tawangharjo AKP Abbas kepada Inspirasiline.com membenarkan hal itu, Selasa (5/7/22) “Ya, mereka Rokhim, Rozaq dan kakaknya tertua Rouf datang kesini, initinya kita damaikan lah dan mereka akhirnyaa berdamai. Malahan Rozaq meminta gaji selama bekerja di makam selama 6 bulan, ya langsung dibayar Rokhim dengan uang yang diserahkan dalam karung plastik” katanya. Penyerahan uang lelah milik Rozaq selama 6 bulan itu diserahkan Rokhim langsung dengan disaksikan petugas Polsek Tawangharjo sebesar Rp.15 juta. (jokowi)
