PWRI Baturetno Dolan Bareng

NEWS

Wonogiri-Inspirasiline.com. Persatuan Werdatama Republik Indonesia ( PWRI )  Kecamatan Baturetno, Kabupaten Wonogiri memperingati Hari Ulang Tahun ( HUT ) Koperasi tahun 2022,  dengan menyelenggarakan darma wisata, ke obyek wisata Waduk Cengklik, WCP ( Waduk Cengklik Park, Kab. Boyolali, dan Wisata Air Cokro Tulung Kabupaten KLaten.

Wisata Air Cokro Tulung, KlatenKegiatan tersebut diikuti pengurus PWRI, beberapa anggota, dan awak media inspirasiline.com, bertujuan sebagai sarana refresing, sekaligus menjalin keakraban antaranggota.

Sebagian besar para peserta tergolong lanjut usia ( lansia ). Namun, menurut pengamatan inspirasiline.com mereka sangat antusias, ceria, penuh semangat. Hal ini terlihat, sejak masuk kendaraan para lansia keliatan sumringah , di wajahnya tersungging senyum,  serta celotehan kata ala komedi, membuat suasana lebih cair.

Beberarapa jenis binatang menghiasi Taman Waduk Cengklik Parke.

” Dampak dari pandemi covid-19,  pengurus tidak dapat melaksanakan program secara keseluruhan Mas,  antara lain program darma wisata  terpaksa ditunda.

Kita mematuhi anjuran pemerintah, diam di rumah, menjahui kerumunan, cuci tangan, pakai masker, dan melaksanakan vaksinasi.

Setelah pemerintah melonggarkan peraturan, mengizinkan untuk berwisata, hari inilah ( 12/7) kita laksanakan ‘dolan bareng ‘  dengan tujuan untuk menghilangkan rasa penat, sekaligus refresing “, jelas H.Sujata,BA selaku ketua PWRI Baturetno, kepada inspirasiline.com.

Peserta foto bersama di salah satu anjungan WPC.

Darma wisata dipimpin Harto, M.Pd. ( selaku ketua panitia ) dibantu pengurus lain,  mengangkat tema Bahasa Jawa, ” PWRI Kecamatan Baturetno Dolan Bareng, Mangkat Esuk Mulih Sore.    “Tema tersebut kami angkat  Mas,  mengingat peserta dolan bareng berusia lanjut, perlu efisien waktu, namun tidak mengurangi makna dolan bareng, tetep seneng, dan gayeng ” ungkapnya.

Pukul 9.30, peserta wisata sampai di Waduk Cengklik. Obyek wisata tersebut menyuguhkan keindahan alam, perairan lengkap dengan perahu, dan mobil pelancong, kolam pemancingan, taman wisata dilengkapi gazebo, serta ragam jajanann ala Boyolali.

Waduk Cengklik Park

Tak terhenti di situ, para turis melanjutkan kegiatan melihat keindahan wisata speaktaculir  Waduk Cengklik Park, yang berada di Gunungparan, Ngargorejo, Kec.Ngemplak, Kab.Boyolali, Jawa Tengah, tepatnya di sebelah barat Bandara Internasional Adi Soemarmo. Untuk masuk ke obyek wisata tersebut cukup merogoh kocek sebesar Rp 25.000.

Waduk Cengklik Park ( WCP )

menyuguhkan edukasi yang sangat menarik, seperti Gamelan Jawa dan rumah adat dari berbagai provinsi di Indonesia. Tak hanya itu, di situ pula terdapat wahana permainan anak dan remaja seperti Monorail, Sky Merry, Bom Bom Car, Waterboom, dan masih banyak lagi, menjadikan WCP menjadi icon wisata Kab.Boyolali.

Perahu wisata Waduk Cengklik.
Zona Spot Selfie unik, seperti hewan purba, taman sakura, yang tersebar di seluruh area WPC, membuat kenangan tersendiri bagi para wisatawan.

Selain mengenalkan Budaya Nasional, juga menyuguhkan Spot foto special , seperti Miniaature Dunia, Kampung Salju , Roma Water, Fontain dan Foto Studio.

Di taman wisata tersebut juga disediakan jenis kuliner tradisional dan modern ala Kab.Boyolali, dengan harga terjangkau.

Waktu tengah hari, peserta wisata melanjutkan perjalanan menuju wisata air Cokro Tulung, Kabupaten Klaten. Sebelum memasuki taman wisata, para pelancong melaksanakan salat zuhur, serta menikmati hidangan makan siang.

Secara bersama peserta wisata memasuki area  Cokro Tulung. Di tempat tersebut disuguhkan, aneka permainan air, kolam renang, pemancingan, arung jeram, jembatan gantung. Tak kalah hebat, di area wisata juga di sajikan jenis jajanan, sate bakar, bakso, bakmi, somay, aneka minuman, dan degan kelapa muda ( klamud ).

Kecuali jajanan, juga disajikan beberapa dolaman anak seperti, prenak- prenik gelang kalumg, mobil  perahu, sepeda motor kapal terbang dari kerajinan kayu, kaos, wayang kardus, blangkon, dan lukisan kaligrafi.

Tak disia siakan, beberapa peserta wisata memanfaatkan waktu untuk berenang di aliran sungan yang bersih, jernih, presentatif, dipayungi rindangnya mohon munggur serta aneka lukisan, patung, karya seniman profesional.

Matahari telah condong ke barat, terdengar panggilan panitia, para peserta dolan bareng dimohon segera naik kendaraan, untuk kembali ke Baturetno, Wonogiri.

Tak terasa lelah, para lansia tetap segar bugar, penuh semangat. Sepanjang perjalanan pulang, para peserta wisata mendedangkan lagu kenangan secara koor, atau vocal tunggal secara bergantian.

Usia dibilang tua, semangat masih membara, hal ini terlihat nyanyian- nyaian yang dilantunkan bernuansa lagu- lagu kenangan seperti, Kisah Kasih di Sekolah, Kapan – Kapan, dan lagu lainnya. Walau suara vokal terdengar parau, serak, bahkan blero, tetap bukan penghalang, yang penting hati tetap senang. ( Sukamto/19 )

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *