Tegal-Inspirasiline.com. Tegal Sebanyak 50 mahasiswa yang tergabung dalam aksi unjuk rasa di depan Balai Kota Tegal, Jumat (19/6/2026), disambut dengan sikap humanis oleh Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono. Meski sempat berorasi di depan gerbang Balai Kota, aksi tersebut berakhir secara damai setelah Wali Kota berinisiatif menemui para pengunjuk rasa langsung di Jalan Pancasila.
Dalam suasana yang kondusif, Wali Kota Tegal mendengarkan secara langsung enam poin tuntutan yang disampaikan mahasiswa, di antaranya:
Penghentian pemborosan uang negara.
Evaluasi dan penataan tata kelola program Makan Bergizi (MBG) dan KDMP.
Evaluasi menyeluruh terkait penyaluran bantuan sosial agar lebih tepat sasaran.
Penegasan peran TNI/Polri sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya.
Penurunan harga kebutuhan pokok (sembako).
Penurunan harga bahan bakar minyak (BBM).

Sebagai bentuk apresiasi terhadap aspirasi tersebut, Wali Kota Dedy Yon membacakan keenam poin tuntutan itu di hadapan para mahasiswa dan didampingi oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Komitmen Pemkot Tegal
Wali Kota Tegal menyambut baik semangat kritis mahasiswa sebagai bagian dari partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Tegal akan segera menindaklanjuti tuntutan tersebut dengan meneruskannya kepada pemerintah pusat.
”Segala tuntutan rekan-rekan mahasiswa akan segera kami sampaikan ke pemerintah pusat, karena substansi permasalahan yang disampaikan sebagian besar berada di luar kewenangan daerah,” ujar Dedy Yon.

Lebih lanjut, Dedy Yon mengajak mahasiswa untuk mengedepankan dialog konstruktif daripada aksi turun ke jalan. Ia membuka pintu seluas-luasnya bagi mahasiswa untuk berdiskusi langsung di ruang yang lebih representatif di lingkungan Pemerintah Kota Tegal agar tidak mengganggu arus lalu lintas dan ketertiban umum.
Klarifikasi Terkait Isu SPPG
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota juga memberikan klarifikasi tegas terkait isu keterlibatan pejabat dalam usaha Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Ia membantah keras adanya keterlibatan dirinya maupun keluarganya dalam bisnis tersebut.
”Silakan dicek dan dibuktikan. Saya dan keluarga sama sekali tidak memiliki kaitan atau usaha dalam SPPG,” tegasnya.
Aksi unjuk rasa yang sempat tertunda dari rencana awal pukul 10.00 WIB menjadi pukul 14.30 WIB ini akhirnya berakhir dengan tertib dan damai. Sikap komunikatif dan responsif yang ditunjukkan oleh Wali Kota Tegal diapresiasi sebagai langkah bijak dalam merespons dinamika sosial di wilayahnya. (Biet)
