Siswa SMPN 2 Sulap Sampah Organik Dan Anorganik Menjadi Kompos Dan Ecobrick

NEWS

Sukoharjo-Inspirasiline.com. Dalam rangkaian kegiatan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) UPTD SMPN 2 Sukoharjo klas VII melakukan kegiatan exstrakurikuler dengan membudidayakan sampah organik dan anorganik  yang berlangsung di halaman sekolah pada Jumat (10/2/2023).

Kepala UPTD SMPN 2 Sukoharjo Sriyono dalam keterangan persnya menyampaikan bahwa kegiatan P5 ini bertajuk “ Gaya Hidup Berkelanjutan “ dimana para siswa akan belajar untuk menangani sampah / membudidayakan sampah sejak dini, dengan cara memilah-milah sampah mana sampah organik dan mana sampah non organik, serta mampu memanfaatkannya menjadi kompos dan ecobrick.

Saat siswa praktek dihalaman sekolah

Lebih lanjut Sriyono menyampaikan kepada para siswa agar mulai sejak dini peduli terhadap lingkungannya dengan mengelola sampah yang ada disekitarnya. Dari limbah yang dikelola  tersebut bisa bermanfaat bagi lingkungannya, kalau lingkungan bersih,  sehat,  maka tubuh kita juga akan menjadi lebih sehat.

“Siswa klas VII SMPN 2 Sukoharjo budidaya sampah sejak dini, yang mana sampah dipilah-pilah kemudian diolah menjadi kompos dan ecobrick sebagai kegiatan exstra kurikuler siswa, “ ujar Sriyono.

Olah sampah menjadi kompos

Sementara itu Utami Murwaningsih selaku Waka UPTD SMPN 2 juga menambahkan dengan kegiatan (P5) ini kami harapkan siswa bisa belajar bagaimana mengelola sampah dengan baik, dan yang sangat kami tekankan kepada semua siswa agar mampu menjaga lingkungannya sendiri dengan memanfaatkan sampah menjadi barang yang berguna bahkan bernilai jual.

“ Untuk menambah kegiatan P5 siswa agar mampu mengelola sampah yang bisa menjadi barang yang berguna dan bernilai jual,” tandas Utami.

Siswa praktek mengolah sampah

Kemudian para siswa secara langsung mempraktekkan cara pengelolaan sampah,  sampah organik diolah menjadi kompos dan pupuk organik cair (POC), dan praktek pembuatan ecobrick dari sampah an organik, dengan kegiatan semacam ini diharapkan bisa dikembangkan secara berekelanjutan disekitar sekolah, selain itu agar kegiatan seperti ini juga bisa dikembangkan dilingkungan mereka masing-masing, katanya. (Prie)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *