Stand Here Alone Kelompok Musik Asal Bandung ‘ Membius,’ ABG Tegal

NEWS

Tegal-Inspirasiline.com. Hebat dan luar biasa, itulah kata yang tepat untuk memberikan apresiasi kepada kelompok musik di Tegal. Yang mereka menyebutnya, jenis musik Undeground atau bawah tanah yang sangat di gemari kawula muda.
Pagelaran yang berlangsung seharian penuh sampai jelang mahgrib bahkan sampai penonton yang datang dari berbagai daerah tak mau beranjak dari kawasan PPIB tempat pagelaran musik tersebut. Mereka asyik berjingkrak jingkrak seiring hentakan musik yang ada.

Pagelaran musik yang diprakasai oleh Komunitas Musik Underground Tegal menampilkan 10 kelompok musisi, dua diantaranya dari Solo dan Bandung.

Acon vokalis asal Bandung

‘ Stand Here Alone ‘ (SHA) kelompok musik asal Bandung yang beraliran Pop Pank menjadi puncak pagelaran parade musik underground yang berlangsung di halaman belakang gedung PPIB Minggu 31 Juli 2022.

Kehadiran SHA di Kota Bahari memang sangat dinanti oleh fans nya yang menyukai musik-musik keras Meski hanya diawaki tiga personil, kelompok musik yang sudah berkiprah 12 tahun ini telah merilis dua album. Salah satu lagunya yang nge hits betjudul ” Hilang Harapan ‘ menjadi pengawal dari sederetan lagu yang dinyanyikan oleh Ocan (vokalis dan gitar) disusul Mbeng si tukang pencabik bass dan Cio penggebug drum membikin kesetanen para kawula muda dengan berjingkrak jingkrak mengikuti ritme musik. SHA juga menampilkan single perdana yang berjudul ‘ Selingkuh ‘

Angga tangan bertato salah satu panitia dan gitaris

Kali pertama masuk ke arena pagelaran musik underground yang ada dipikiran kita adalah kesan ke ‘ brutalan’ saat melihat kawula muda berjingkrak dan berlari dengan gerakan tangan tanpa arah di arena depan panggung.

‘ yah itu bentuk ekspresi mereka karena kecintaannya dengan musik undergrond ‘ Ungkap Angga salah satu panitia penyelenggara yang juga gitaris pada salah satu kelompok musik.

baca juga:  Kreasi Makanan Dan Minuman Khas Sragen Ala SMP Negeri 1 Ngrampal

Mereka itu pecinta musik-aliran keras, dan mereka adalah satu komunitas, jadi kecil sekali mereka kres atau sampai terjadi keributan. Tutur Angga, yang juga menyebutkan kalau di Tegal banyak kelompok musik yang bagus, cuma mereka butuh tempat untuk meng ekspresikan karya musik mereka. Angga juga sangat berharap, soal perijinan hendaknya di permudah jangan dipersulit,’ sebab dengan adanya pagelaran atau pentas dan sejenisnya akan berdampak pada sisi ekonomi. ‘ anda tahu sendiri dari pagi hingga sore semuanya kondusif.’ Pungkas Angga. (Biet)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *