Rembang-Inspirasiline.com. Kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap II tahun 2022 Kodim 0720/Rembang resmi ditutup. Acara penutupan berlangsung di lapangan SD Negeri Desa Pakis, Kecamatan Sale, Kabupaten Rembang, Rabu (24/08/2022).
Dalam sambutannya, Komandan Kodim 0720/Rembang Letkol Czi Parlindungan Simanjuntak, mengatakan, berbagai kegiatan TMMD Sengkuyung Tahap II 2022 telah selesai 100% sesuai rencana. Beberapa kegiatan fisik dan non fisik telah dilaksanakan secara baik.

Acara penutupan TMMD Sengkuyung diharapkan dapat dijadikan sebagai momentum untuk meningkatkan semangat kebersamaan dan gotong royong serta kemanunggalan antara TNI dan rakyat dalam mengakselerasi program pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.
“Selama satu bulan sejak 26 Juli sampai 24 Agustus 2022, para prajurit, Pemlab dan masyarakat telah bahu membahu menyelesaikan program TMMD Sengkuyung II. Kebersamaan ini merupakan sinergitas yang positif dalam mengatasi berbagai permasalahan bangsa, khususnya membantu pemerintah daerah dalam mempercepat pembangunan di wilayah,” tandas Parlindungan Simanjuntak
Dia menambahkan, pencapaian sasaran fisik di atas juga diimbangi dengan pencapaian pada sasaran non-fisik berupa penyuluhan kepada masyarakat tentang, Stunting, Posyandu dan Posbindu Penyakit Tidak Menular.
Kegiatan ini dibutuhkan dalam rangka membangun serta memperkokoh jiwa dan semangat nasionalisme masyarakat untuk mendukung program pemerintah tentang percepatan penurunan Stunting, ketahanan pangan dan penanganan kesehatan.
Dandim Rembang Parlindungan Simanjuntak juga menyampaikan apresiasi kepada pihak Pemerintah Kabupaten Rembang serta seluruh masyarakat di wilayah sasaran TMMD.
“Berkat dukungan dan kerjasama yang baik, semua program TMMD Sengkuyung Tahap II TA 2022 di Rembang berjalan sukses. Terimakasih, dan mohon maaf atas segala kekurangan selama kegiatan,” ucap Parlindungan.
Dia berharap hasil pembangunan melalui TMMD memberi nilai positif bagi kesejahteraan masyarakat desa Pakis Kecamatan Sale. Manfaatnya dirasakan masyarakat dalam kurun waktu lama.
“Wujud pembangunan fisik merupakan buah sinergitas positif dalam mewujudkan alat dan kondisi juang yang tangguh. Semoga masyarakat dapat memanfaatkan dan merawat demi kesejahteraan bersama,” pungkas Parlindungan Simanjuntak. (Yon Daryono)
