Konser Gempur Rokok Ilegal Di Alun-Alun Satya Negara Menyedot Perhatian

NEWS

Sukoharjo-Inspirasiline.com.Konser gempur rokok ilegal di Alun-alun Satya Negara yang dihadiri oleh Forkopimda, Kepala Bea Cukai Surakarta, kepala Biro Isda Propinsi Jateng, kepala OPD pada Senin malam (29/8/2022).

Dalam kata sambutannya bupati Sukoharjo, Etik Suryani, mengatakan cukai rokok jadi penyumbang terbesar pendapatan negara bahkan bea cukai mencatat kontribusi cukai rokok mencapai 96%.

Bupati memberikan sambutan

Program yang dicanangkan secara nasional ini diwujudkan dengan sosialisasi, edukasi dan penindakan, dan program ini juga akan terus menggalakkan upaya preventif dan represif  demi menekan peredaran rokok ilegal hingga dibawah 3 % sesuai amanat Mentri keuangan.

Untuk itu kami minta kepada seluruh penegak hukum, yang berweanang untuk dapat bekerja secara tegas dan profesional dalam program gempur rokok ilegal ini dengan harapan peredaran rokok ilegal di kabupaten Sukohajo dapat kita berantas bersama.

Bupati dan Wabup nyanyi bersama.

“Dari program rokok ilegal ini kami akan terus lakukan upaya preventif dan represif, agar peredaran rokok ilegal di bawah 3% sesuai amanat menteri keuangan,” kata Etik.

Lebih lanjut bupati Etik mengatakan agar seluruh lembaga hukum untuk bekerja sama secara tegas dan profesional dalam menyukseskan program gempur rokok ilegal, dengan harapan peredaran rokok ilegal dapat diberantas bersama-sama.

Gempur rokok ilegal ini merupakan slogan dari bea cukai sebagai wujud komitmen untuk menekan peredaran rokok ilegal dan mengamankan penerimaan negara, gempur rokok ilegal merupakan program lanjutan stop rokok ilegal yang bertujuan memberantas peredaran rokok ilegal di Indomesia.

Sementara itu Kepala Bea Cukai Surakarta, Budi Santoso, mengatakan Soloraya hanya jadi jalur peredaran rokok ilegal.  Beberapa waktu lalu sudah kami laksanakan operasi bersama dan mandiri, utamanya bukan untuk pasar sini, pasarnya di Jakarta, namun lewat Soloraya, itu jumlahnya masif, kata Budi dalam konser Gempur Rokok Ilegal, Senin (29/8/2022) malam.

Budi mengatakan jumlah peredaran rokok ilegal di kawasan Soloraya tidak terlalu masif, terutama Sukoharjo, Boyolali, Karanganyar. Soloraya hanya jadi tempat transit rokok ilegal dengan tujuan Jakarta dan luar Jawa.

“Kami berhasil melakukan penindakan 5 juta batang rokok pada 2021, dan kurang lebih 2,7 juta batang rokok di semester I/2022,” terang Budi.

Budi juga menambahkan tugas dari bea cukai adalah mengumpulkan penerimaan negara, salah satunya adalah rokok. Jika peredaran rokok ilegal banyak, maka penerimaan negara berkurang.

“Karena yang seharusnya bayar cukai jadi tidak bayar. Untuk itu kami lakukan penindakan dan penegakan hukum, yang kedua edukasi dan sosialisasi pada masyarakat bahwa mengonsumsi rokok ilegal bisa merugikan negara,” lanjut Budi.

Konser Gempur Rokok Ilegal merupakan program Bea Cukai Surakarta beserta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo. Tujuannya menyampaikan pesan pada masyaraktat tentang pembelian rokok ilegal dapat merugikan negara.

Acara seperti ini sering kami lakukan, media yang kami gunakan untuk mengedukasi masyarakat tidak menggunakan cara konvensional dengan ngomong,  namun dengan pertunjukan seni, ketoprak, ludruk, serta konser lebih berhasil mengundang animo masyarakat lebih banyak serta pesan yang disampaikan lebih mudah.

“Ada keuntungan lain yang diperoleh, dengan dana bagi hasil tembakau untuk menyelenggarakan pertunjukan seni, sambil kami edukasi untuk tidak menggunakan rokok ilegal, juga bisa menjunjung kebudayaan lokal,” lanjut Budi. (Prie)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *