Pendidikan Akhlak Anak Harus Dimulai Sejak Dalam Kandungan

NEWS

Kendal-Inspirasiline.com. Kewajiban orang tua terhadap anak yang utama  adalah melaksanakan pendidikan di tingkat keluarga.   Pendidikan ini terkait bagaimana membentuk mental anak yang akhlakul karimah.

Tema ini diangkat dalam pengajian walimatul khitan Wildan Syabikul Muadhon dengan pembicara Kyai Dalang Kondang Drs. KH. Usman Ridlo dari Temanggung Jawa Tengah di desa Wonogiri Kecamatan Patehan Kabupaten Kendal, Sabtu malam, 24 September 2022.

Sosok Ketua Dewan Suro Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Temanggung, Drs. KH. Usman Ridlo warga Dusun Menayu Kecamatan Bulu Kabupaten Temanggung.

Setelah menjadi anak sholih sholihah maka yang mendapat kan kebahagiaan bukan nya guru ngaji atau ustadz dan kyai yang ikut mendidik tetapi pasti orang tua nya.

“Siapa yang beruntung jika memiliki anak-anak yang sholih dan sholihah berbakti kepada orang tua dan selalu mendoakan ketika sudah berada di alam Barzah?”, lontar pertanyaan Usman Ridlo.

Jawab nya tentu bukan Kyai di Ponpes, Ustadz Ustadzah di TPQ, guru ngaji Madrasah, tetapi sudah pasti adalah orang tuanya.

Penampilan Kyai Dalang Kocak dengan segenap alat peraga wayang nya

Dengan gaya dan media khasnya Wayangan, Kyai Dalang ini menjelaskan, pembentukan mental anak harus dimulai sejak dini yaitu sejak masih dalam kandungan. Pada usia kandungan 120 hari Allah meniupkan roh pada janin, saat itulah orang tua perlu mulai memberikan pendidikan yang baik dengan perilaku yang patut dicontoh.

“Tradisi di Jawa ada istilah Ngapati dengan mengundang sanak famili dan tetangga untuk ikut mendoakan jabang bayi agar kelak menjadi anak sholih sholihah. Disini juga sudah mengajarkan bersedekah dan berbagi berkah serta meningkatkan kebersamaan”, tutur ustadz Usman Ridlo Ketua Dewan Suro Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Temanggung.

Jamaah pengajian walimatul khitan dari undangan dan masyarakat desa Wonogiri Kecamatan Patehan Kabupaten Kendal

Ketika lahir langsung diperdengarkan suara adzan, tujuan agar kelak tidak mudah dibujuk oleh setan. Ketika umur 7 hari sejak kelahiran dilakukan aqiqoh dengan meyembelih kambing.

“Ini mengandung makna bahwa orang tua menebus amanat dari Allah dengan harapan kedepan mudah dididik utama nya hal agama, anak menjadi anak yang cerdas, berbakti pada orang tua, serta menjadi anak sholih sholihah berbakti kepada orang tua”, tandasnya.

Dikatakan lanjut, tidak ada pemberian dari orang tua kepada anaknya yang paling utama kecuali pendidikan ahlaqul karimah. Artinya orang tua wajib mendidik ahlak dan agama  jika orang tua tidak mampu maka serahkan kepada kyai di pondok pesantren, guru ngaji di madrasah atau ustadz Ustadzah di TPQ.

“Maka tugas orang tua mendorong anak untuk semangat belajar mengainya , memantau kegiatan belajar nya dan dan selalu mengingatkan untuk melaksanakan kewajiban sebagai mana tuntutan Islam termasuk sholat lima waktu”, tandasnya.

“Masih ditambah lagi pahala yang akan diterima oleh orang tua ketika anak anak nya sholih sholihah tentu akan berbakti dan mendoakan orang tua”, pungkasnya. ( Budhy HP)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *