Rembang-Inspirasiline.com. Sebanyak 118 nelayan di Rembang tidak lolos verifikasi, sehingga gagal menerima bantuan spsial (Bansos) dari Pemerintah Propinsi Jawa Tengah.
Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan (Dinlutkan) Rembang Sofyan Kholid mengatakan, semula jumlah calon penerima bansos dari Pemprop Jateng 2.063 nelayan. Namun setelah dilakukan verifikasi, ada 118 nelayan tidak memenuhi syarat.
Sehingga, Bansos BBM dari Pemprov Jateng hanya akan menyasar pada 1.947 nelayan. “Ada beberapa faktor penyebab berkurangnya jumlah calos penerima bansos. Antara lain sudah meninggal, kapal atau perahu sudah beralih tangan,” terang Sofyan, Rabu (2/11).
DIa menambahkan, dalam rangka pengendalian dampak inflasi, Pemprov Jateng akan menyalurkan bantuan sosial Bahan Bakar Minyak (BBM) yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) I.
“Bantuan dana tersebut nantinya hanya bisa dibelanjakan solar atau pertalite oleh nelayan. Karena pembayarannya menggunakan EDC BRI yang sudah tersistem,” imbuh Sofyan
Informasi yang di perokeh media ini menyebutkan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, menganggarkan Bansos melalui Bantuan Tidak Terduga senilai Rp 4,7 miliar.
Anggaran tersebut akan dibagikan kepada 34.375 nelayan di Jawa Tengah. Dimana para nelayan mendapat bantuan Rp 330 ribu per orang.
Dan menurut informasi, akan ada tambahan dari Dana Transfer Umum (DTU) senilai Rp 594 ribu per nelayan. Sehingga setiap nelayan yang sudah lolis verifikasi akan menerima bantuan sekitar Rp 924 ribu. (Yon Daryono).
