Sragen-Inspirasiline.com. Pembangunan Saluran Drainase Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sukowati Tangen, Kabupaten Sragen sampai terhubung langsung dengan sungai, menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) perubahan 2022 Rp.905.998.000 dikerjakan CV. Abadi Rakyat di protes warga.Pasalnya, pengerukan Saluran Drainase tidak sampai kesungai, berhenti ditengah, air lumpur menimbun tanaman tebu milik warga setempat.
Warga Sidodadi RT 18 Desa Katelan, Kecamatan Tangen, Kabupaten Sragen Wartono mengatakan, lahan tebu miliknya tertimbun air lumpur dari proyek saluran Drainase.

” Proyek ini janggal di Papan Proyek tertera Pembangunan Saluran Drainase dari RSUD Sukowati Tangen sampai terhubung sungai, namun pengerukan tanah terhenti di tengah batas lahan tebu milik warga, termasuk lahan milik saya, ini baru hujan semalam, lahan tebu milik saya tertimbun air lumpur, kalau ini dibiarkan lahan tebu sekitar saluran akan menjadi korban, lahan akan tertutup tanah, bila pihak Proyek tidak segera melanjutkan Pengerukan Saluran Drainase sampai sungai, kami akan mengirim surat keberatan kepada Bupati Sragen “Ungkapnya kepada Inspirasiline.com Kami (3/11/2022).
Wartono menambahkan, sementara mengadu kepada Kepala Desa (Kades) Katelan.
” Kades Katelan berjanji akan mempasilitasi bertemu dengan Pimpinan CV Abadi Rakyat, akan meminta klarifikasi Pembangunan Saluran Drainase yang sebenarnya “Ungkapnya.
“Menurut data di papan kegiatan Proyek tertera jelas Pembangunan Saluran Drainase RSUD Sukowati Tangen sampai terhubung dengan sungai, kok ini berhenti di samping lahan tebu milik saya, jadi saya bersama pemilik lahan terdampak Proyek Saluran Drainase akan bersama sama protes pada CV Abadi Rakyat karena dampaknya sangat kelihatan lahan tebu tertimbun air lumpur” Ungkapnya lagi dengan nada kesal.
Hal senada disampaikan Sukinah, bila pengerukan saluran Drainase terhenti di dekat tanah tegalan miliknya.
“Lambat laun, lahan sekitarnya akan rusak parah. Karena ribuan kibik air akan bermuara di lahan milik warga, saat ini saluran yang dikeruk sudah tertutup tanah, pulih seperti semula, tak akan mungkin air mengalir sampai sungai, kalau pembangunan Drainase berhenti di tengah jalan, lahan tebu milik warga rusak, pihak CV Abadi Rakyat harus bertanggung jawab” Ungkapnya.
Sebelumnya Proyek Pembangunan Saluran Drainase dari RSUD Sukowati Tangen sampai terhubung ke sungai bengawan Solo ditolak warga Dukuh Bandung RT 13, Desa Katelan Kecamatan Tangen Warga menolak saluran Drainase lewat di depan rumah warga, karena sebelumnya tidak ada sosialisasi Pembangunan Saluran Drainase yang di lewatikan di depan rumah warga, dan warga Dukuh Bandung RT 13, Desa Katelan merasa tidak diwongke, akhirnya semua warga menolak saluran Drainase lewat depan rumahnya.
Akhirnya pihak CV Abadi Rakyat, membangun saluran Drainase dari RSUD Sukowati Tangen lewat tanah Perhutani perbatasan dengan lahan warga setempat, namun pengerukan tanah Saluran Drainase berhenti di tengah- tengah antara lahan perhutani dengan lahan milik warga.
“Semestinya Proyek Saluran Drainase itu dibangun dari RSUD Sukowati Tangen sampai terhubung ke sungai, akibat terhentinya saluran itu, air hujan meluap mengalir ke lahan tebu milik warga, kalau ini dibiarkan, musim hujan tiba, lahan sekitar akan tertimbun air lumpur endapan dari saluran drainase tersebut” Ungkapnya.
Pengawas Proyek CV Abadi Rakyat Susilo saat dikonfirmasi menyampaikan, dirinya masih melakukan koordinasi dengan Kades Katelan mencari solusi terbaik. ( Sugimin/17)
