Ketua PGRI Jateng ” Guru harus Bangkit dan Pulihkan Pendidikan “

NEWS

Tegal-Inspirasiline.com. Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Jawa Tengah Dr. Muhdi, SH., MH mengatakan pandemi Covid-19 yang melanda negara kita telah mengakibatkan terjadinya Learning loos atau kehilangan kesempatan pembelajaran beberapa tahun, yang dialami oleh anak didik kita meski telah dilakukan dengan cara sisitim pendidikan jarak jauh. Untuk itu menjadi tanggung jawab para tenaga pendidik sekarang, untuk mengejar ketertinggalan tersebut.

” kami selaku pengurus PGRI betkomitmen mengejar. Ketertinggalan dalam dunia pendidikan asal kita mampu memanfaatkan bonus domografi, dimana generasi muda sekarang nantinya menjadi generasi emas pada tahun 2045 sehingga Indonesia mampu meyakinkan ke seluruh penjuru dunia menjadi negara besar kelima di dunia, kuncinya adalah harus mampu mengejar learning loos, dan guru harus bangkit untuk memulihkan dunia pendidkan.” Disampaikan Dr. Muhdi saat memberi sambutan acara peresmian gedung PGRI Kota Tegal. Selasa (22 Nopember 2022).

Muhdi juga berharap dengan adanya gedung PGRI yang baru bjsa dimanfaatkan sebaik baiknya untuk pengembangan kreatifitas, mengembangkan kompetensi dan untuk memastikan diri bahwa guru adalah pembelajar sepanjang hayat.

” Maaf pa wali guru sering banyak menuntut, karena memang, syarat untuk pendidikan maju, gurunya harus katabel ptofesional, sejahtera pengertian sejahtera adalah statusnya jelas, dan layak penghasilannya. Sekarang bagainana mau sejahtera, statusnya saja honorer yang tidak jelas . Itu sebabnya PGRI Jawa Tengah selalu berupaya untuk meningkatkan dan memdorong kepada pemerintah pusat agar guru-guru yang masih honorer minimal bisa diangkat menjadi guru PPPK. biar statusnya jelas dan penghasilanya layak. Kata Muhdi.

Muhdi juga menjelaskan sejak terjadinya motatorium 15 tahun yang lalu pemerintah tidak mengangkat guru PNS, disisi lain, secara berangsur banyak guru yang pensiun ditambah berdirinya unit sekolah baru yang mau tidak mau harus mengangkat guru honorer, meski waktu itu dilarang sekolah tidak boleh megangkat guru honor, tapi tidak mungkin sekokah tidak melakukan proses belajar mengajar dan tidak mungkin belajar tanpa guru, Kata Muhdi, setiap tahunnya guru yang pensiun di jateng sekitar 1000 guru. Upaya PGRI adalah meyakinkan pemerintah pusat untuk meyakinnkan bahwa Indonesia sangat kekurangan bahkan darurat guru. Kemudian program pengangkatan satu juta guru oleh prmerintah pusat Jateng mendapat formasi 1010 ribu kemudian Jateng membuka 66.896 formasi.

PGRI berharap kepada pemerintah pusat supaya yang sudah masuk passinggrate diprioritaskan selanjutnya yang tidak lulus passinggrate nantinya tidak perlu tes tettulis lagi, cukup melalui wawancara dengan pemda setempat. Kata Muhdi.

Peresmian gedung PGRI yang di saksikan pula oleh Kepala Dinas Dikbud Kota Tegal Khaitul Fahmi, Kepala Kajaksaan Negeri Tegal, Pimpinan OPD dan pengurus PGRI Kota Tegal, ditandai dengan penanda tanganan prasasti oleh walikota Tegal Dedy Yon Supriyono. Dedy berharap gedung baru tersebut hendaknya bisa dimanfaatkan dan dijaga dengan baik untuk kegiatan dan meningkatkan kreatifitas para guru di Kota Tegal.

Ketua PGRI KotaTegal Kadarisman, bersyukur sebab apa yang nenjadi impian selama ini, adanya gedung PGRI ini bisa terwujud. Dia berjanji apa yang menjadi harapan baik dari ketua PGRI Jateng maupun Walikota, akan dilaksanakan dan nengajak kepada anggota PGRI maupun warga atau organiasasi lain bisa memanfaatkan gedung tersebut baik untuk berolah raga maupun kegiatan pertemuan lainnya. (Biet)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *