Pati-Inspirasiline.com. Ratusan hektare tanaman padi di sejumlah wilayah di Kabupaten Pati dinyatakan gagal panen alias puso.
Hal itu disebabkan banjir yang melanda daerah ini sejak akhir November hingga Desember. Total ada 1.477 hektare lahan sawah yang terendam banjir. Dari seluas itu, 40 persennya mengalami gagal panen alias puso.
“Total tanaman padi yang gagal panen 652 hektare atau 40 persen dari luas lahan yang terendam banjir. Sawah-sawah yang mengalami puso itu tersebar di delapan Kecamatan,” jelas Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan dan Holtikultura (TPH) Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Pati Kun Saptono, kepada media di Pati.
Adapun perinciannya, 18 hektare di Kecamatan Pati, 16 hektare di Margorejo dan 166 hektare di Jakenan. Lalu, sebanyak 238 hektare di Gabus, 60 hektare di Kayen, 20 hektare di Juwana, 131 hektare di Sukolilo dan tiga hektare di Winong.
’’Seluruh data ini kami peroleh dari petugas POPT (Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman, red),” imbuhnya.
Meski ratusan hektare lahan pertanian dinyatakan puso, pemerintah tak memiliki anggaran untuk memberikan bantuan kepada para petani.
“Pemkab tidak ada anggaran, kami tidak bisa menyediakan untuk bantuan. Kalau mengajukan (ke Provinsi ataupun pusat, red) kami perlu melihat perkembangan terlebih dahulu. Karena posisi sekarang anggaran belum tersedia,’’ paparnya.
Secara kumulatif selama 2022 atau hingga awal Desember 2022, lahan persawahan di Kabupaten Pati yang terkena puso mencapai 1.282 hektare. Jumlah itu dari total 5.681 hektare lahan yang terdampak banjir mulai Januari hingga awal Desember. (Yon Daryono).
