Pati-Inspirasiline.com. Pembudidaya ikan air tawar di Desa Talun, Kecamatan Kayen, Pati, mengalami kerugian besar akibat tak mendapatkan jatah pupuk bersubsidi, khususnya pupuk urea dan SP-36.
“Tahun ini sekitar 400 hektare tambak perikanan air tawar di Desa Talun gagal panen akibat tidak ada pupuk bersubsidi. Ini keluhan dari pembudidaya ikan air tawar Desa Talun, Kecamatan Kayen,” ujar Irfan Muiz Ketua Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Mina Sejahtera Desa Talun, kepada media.
Irfan menambahkan, dari lahan tambak seluas 400 hektare digunakan untuk budidaya ikan bandeng air tawar, nila, dan tombro. Budidaya tersebut masih menggunakan cara tradisional.
“Dengan pola tradisional, maka tambak membutuhkan pupuk urea dan SP-36. Pupuk itu berguna untuk menumbuhkan plankton pada air,” terang Irfan.
Plankton pada tambak tradisonal, lanjut dia, akan menjadi pakan alami ikan. Karenanya keberadaan dua pupuk bersubsidi tersebut sangat penting bagi pembudidaya ikan tambak.
Sejak tahun ini, imbuh Erfan, pembudidaya ikan air tawar tak lagi mendapat jatah pupuk bersubsidi jenis urea dan SP-36. Kondisi demikian menjadikan mereka kesulitan mendapatkan kedua pupuk tersebut dan berdampak pada hasil panen.
“Kami mohon dengan hormat instansi terkait untuk membantu kami agar mendapatkan kembali penyaluran pupuk bersubsidi kepada pembudidaya perikanan tambak. Karena kalau tidak, maka akan selalu mengalami gagal panen dan rugi besar,” tandas Irfan.
Menurutnya, Talun sejauh ini dikenal sebagai penghasil ikan air tawar jenis bandeng, nila, dan tombro. Hasil tambaknya telah dikirim ke berbagai daerah. (Yon Daryono)
