Grobogan-Inspirasiline.com. Tenaga teknis Promosi Kesehatan yang bertugas di Puskesmas di Jawa Tengah saat ini menjadi resah dan gelisah usai keputusan Kemenkes RI bahwa sumber dana gaji mereka dari Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Kemenkes RI tak bisa lagi digunakan. Otomatis tenaga tersebut sudah tidak lagi digaji dari sumber dana BOK. Hal itupun juga dirasakan petugas Promkes Puskesmas di Kab. Grobogan.
Tetapi untuk Kabupaten Grobogan tenaga tersebut masih tetap diupayakan untuk melanjutkan pekerjaannya dengan mengalihkan gaji mereka pada sumber dana BLUD masing-masing Puskesmas.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kab. Grobogan dr. Slamet Widodo menjawab pertanyaan Inspirasiline.com di ruang kerjanya terkait Tenaga Promkes, Selasa (10/1/23).

“Kasihan, mereka kan sudah sejak 2016 bekerja di Puskesmas secara profesional, dan sudah berkontribusi serta sudah masuk dalam sistem SDMK, ya honornya kita alihkan ke dana BLUD” ungkap Slamet Widodo
Slamet menyebut, tenaga kesehatan yang dibeayai dari BOK tak hanya tenaga promkes saja, tetapi juga ada tenaga gizi, kesehatan lingkungan dan tenaga akuntansi. Mereka ini sangat diperlukan di Puskesmas dalam pelaksanaan program kesehatan masyarakat.
Dari sebanyak 120 orang tenaga BOK Dinkes Kab. Grobogan tersebut, 40 orang diantaranya diterima sebagai tenaga PPPK pada ujian akhir tahun 2022 lalu. Sedangkan sisanya yang merupakan tenaga promkes, gizi, kesling dan akuntansi honornya dialihkan ke sumber dana BLUD Puskesmas masing masing, tambah Slamet.
Terpisah, salah satu tenaga Promkes Puskesmas yang enggan disebutkan namanya mengaku puas dan senang dengan kebijakan Kepala Dinas Kesehatan Grobogan, yang tetap menggunakan tenaga mereka sebagai tenaga program di Puskesmas ” Kami semua merasa lega dan senang atas kebijakan dr. Slamet Widodo ” ucapnya.
Sebagaimana diberitakan di media ini, di Kabupaten tetangga Grobogan para tenaga promkes mengadu ke DPRD setempat menyusul honor mereka tak bisa dibayarkan dari dana BOK, padahal.honor mereka berasal dari dana BOK tersebut.
Terkait bencana banjir yang melanda di beberapa desa di Kabupaten Grobogan, Kadinkes Slamet Widodo mengaku pihaknya selalu siap baik sarana prasarana maupun tenaga kesehatan baik dalam kondisi saat banjir maupun pasca banjir ” Semua Puskesmas di daerah banjir semuanya sudah kami perintahkan untuk selalu stand by” tutupnya. (jkwi)
