Forniture Akar Jati Bulu Rembang, Tembus Pasar Luar Negeri.

NEWS

Rembang-Inspirasiline.com. Saat ini tidak banyak bisnis forniture akar atau bonggol kayu jati di berbagai kota di Jateng termasuk Rembang yang masih mampu bertahan.

Selain sulitnya mendapat bahan baku, juga akibat dari terpaan krisis ekonomi global serta banyak buyer nakal, sehingga merugikan pengrajin. Yang akhirnya banyak usaha forniture akar jati yang gulung tikar.

Selain akibat krisis ekonomi global tahun 1998 yang belum pulih secara penuh, dampak pandemi Covid-19 yang mulai awal 2020 hingga akhir tahun lalu juga menjadi pemicu lesunya pasar forniture lokal maupun internasional.

Salah satu usaha forniture yang masih eksis hingga saat ini adalah KSU “Tekrood Maju Jaya”, milik Puguh di Desa Bulu, Kecamatan Bulu, Rembang.

Saat di temui media ini kemarin, Puguh mengaku usaha ini mulai ditekuni tahun 2010 lalu. “Alhamdulillah, usaha ini sedikit demi sedikit alami kemajuan. Karyawan yang mulanya hanya 2-5 orang, kini ada sekitar 20 orang,” tutur Puguh.

Ia mengatakan, produksi dari usahanya ini antara lain, meja, kursi, sketsel, meja kopi dan konsul. “Semula produknya hanya diminati pasar lokal seperti Yogyakarta, Jakarta, Semarang, Bali dan Bandung, namun kini sudah masuk pasar internasional khususnya Dubai dan Australia,” imbuh Puguh.

Kata dia, dalam satu bulan rata-rata kirim satu kontainer ke dua negara tersebut. Dan yang patut di syukuri, bayer yang menjalin kerja sama dengan dirinya kebetulan baik-baik.

“Yang saya alami, justru partner kerja lokal yang sering nakal. Beberapa kali saya di nakali. Sedang buyer asing justru bagus,” terang Puguh sambil menceritakan pernah kena tipu buyer asal Bali sekitar Rp 50 juta.

Dengan pengalaman yamg pernah ia alami, maka dia menggunakan trik agar tidak kena tipu buyer. Yakni berkas pesanan di tahan sebelum ada bukti transfer. “Cara ini cukup ampuh, buktinya hingga saat ini dirinya aman,” tandas Puguh.

baca juga:  Cegah Kenakalan Remaja, Polsek Karangrayung Grobogan Berikan Edukasi ke SMP/ SMK Pangudi Luhur

Menurut Puguh, kunci utama keberhasilan usaha forniture akar jati agar langgeng antara lain, tetap mempertahankan kualitas produk dan disiplin waktu.

“Sekali saja kita tidak disiplin, maka kepercayaan yang di bangun lama akan hancur,” pungkas Puguh. (yon daryono).

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *