Kata Kepala Dinporabudpar Blora Soal Tempat Keramat Yang Bakal Tenggelam Karena Bendungan Gerak Karangnongko

NEWS

Blora-Inspirasiline.com. Kepala Dinas Kepemudaan, Olah Raga, Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabupdpar) Kabupaten Blora, Kunto Aji, angkat bicara terkait Bendungan Gerak Karangnongko yang rencananya akan dibangun tahun 2024 dan target selesainya tahun 2027 mendatang.

Proyek nasional tersebut bakal menenggelamkan sejumlah desa, termasuk tempat-tempat keramat yang ada di Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Sampai awal tahun 2023 ini, diakuinya belum mendata keberadaan tempat-tempat keramat yang bakal ikut tenggelam. Hanya saja mengenai istilah dikeramatkan, menurut Kunto Aji, itu terjemahannya tidak mesti harus dibiarkan begitu saja.

“Tapi dimanfaatkan atau dimuliakan. Itu merupakan etika, dalam tanda petik memuliakan. Misalnya itu harus tergenang, itupun dalam rangka kemaslahatan luas,” ujarnya saat ditemui di kantor Dinporabudpar Blora, Rabu (25/01/2023).

Kunto Aji menjelaskan, tentang tata cara orang jawa dalam memuliakan tempat yang dikeramatkan. Yaitu etikanya kulonuwun (permisi) mungkin dengan sesepuh setempat.

“Terus misalkan ada ritual apa, syarat apa yang harus terpenuhi seperti itu. Jadi secara psikologis bisa memenuhi aspek religi, aspek sosial, seperti itu,” jelasnya.

“Kala saya sih belum (mendata, red). Karena ada niatan seperti itu (membangun) kami melihat manakala ada titik keramat, itu istilahnya harus diikhtiari,” imbuh Kunto Aji.

Sebelumnya, Kepala Bappeda Kabupaten Blora Ahmad Mahbub Djunaidi, melalui Sekretarisnya Pujiarianto membeberkan, akan ada 5 desa yang terdampak alias tenggelam karena genangan air dari Bendungan Gerak Karangnongko

“Desa Mendenrejo, Desa Ngrawoh, Desa nginggil, Desa Nglebak, kemudian Desa Megeri, yang terdampak genangan. Tetapi yang paling banyak itu ada di tiga desa, yakni Desa Nginggil, Desa Ngrawoh dan Desa Nglebak itu kurang lebih 538 KK,” bebernya.

Untuk menyikapi persoalan ini, pemerintah sendiri mengklaim sudah menyiapkan opsi atau pilihan untuk masyarakat. Yaitu opsinya masyarakat bisa direlokasi atau diganti untung.

baca juga:  Sate Kelinci, Kuliner Khas Purwodadi Paling Digandrungi
Terkait tempat-tempat keramat di sana, seperti di Desa Desa Nginggil terdapat tempat-tempat yang punya sejarah panjang. Di antaranya berkaitan dengan Suro Nginggil, Candi Lemah Duwur (candi pendermaan), Situs Genjen (prasasti), Selo Nagan, Makam Pelem (teras anak candi), dan mungkin masih banyak lagi tempat keramat lain yang belum diketahui publik.(Tim Liputan Prokompim Blora –  Yokanan)
Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *