PMII Grobogan Mendukung Mahfud MD Dalam Menyikapi Temuan Kasus Pencucian Uang Di Kemenkeu

NEWS

Grobogan-Inspirasiline.com. Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Grobogan menyatakan dukungannya kepada Menkopolhukam Mahfud MD yang mengungkap transaksi janggsl di Kemenkeu RI sebesar Rp.349 Trilyun.

Hal itu disampaikan Ketua PC PMII Grobogan Jawa Tengah Umar Haji Mussa’id melalui siaran persnya di Sekretariatnya Kurian Purwodadi Grobogan, Selasa (4/4/23).

Menurut Umar Haji Mussa’id, pada hari Rabu, (29/3/2023.) Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, Dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengungkapkan dugaan transaksi janggal di Kementerian Keuangan (Kemenkeu) senilai Rp 349 Triliun.

Hal ini diungkapkan dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Komisi III bersama Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) DAN Kementerian Keuangan (Kemenkeu) di Gedung DPR Jakarta. Suahasil Nazara selaku Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) juga menegaskan bahwa tidak ada perbedaan data antara Kementerian Keuangan dengan yang disampaikan oleh Melkopolhukam Mahfud MD kepada DPR RI.

Oleh sebab itu berdasarkan tujuan PMII yang termaktub dalam AD BAB IV Pasal 4 bahwa perjuangan melanjutkan cita-cita kemerdekaan Indonesia adalah mandat yang telah diamanahkan konstitusi organisasi dan harus diperjuangkan oleh seluruh kader PMII. Maka PC PMII Grobogan mendukung penuh atas usaha Mahfud MD selaku Ketua Komite Koordinasi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dalam menegakan transparansi Anggaran Rakyat dan juga sebagai Komitmen dalam melakukan pemberantasan Korupsi.

“Sudah saatnya para pemimpin dan wakil rakyat di negeri ini lebih serius dalam mewujudkan cita-cita kemerdekaan melalui aksi nyata yang variabelnya menuju pada kemajuan negara. Tidak boleh lagi ada yang ditutup-tutupi ketika memang Indonesia ingin maju dan menjemput Indonesia emas.” kata Umar Haji Mussa’id Kepentingan perseorangan, kelompok, maupun golongan tidak boleh lebih tinggi dari pada kepentingan rakyat dan bangsa Indonesia. “Mari semuanya bicara jujur, demi keberlangsungan Negara Kesatuan Republik Indonesia.” pungkasnya. (jkwi)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *